JAKARTA, Terdepan.id — Sepuluh asosiasi desa dari berbagai wilayah di Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap du

Dukungan ini mengemuka dalam rapat koordinasi antara Kemendes PDT dengan seluruh perwakilan asosiasi desa yang berlangsung di Kantor Kemendes, Selasa (23/6/2026). Dalam forum tersebut, Mendes Yandri

Jul 08, 2026 - 05:45
0 0
JAKARTA, Terdepan.id  — Sepuluh asosiasi desa dari berbagai wilayah di Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap du

Dukungan ini mengemuka dalam rapat koordinasi antara Kemendes PDT dengan seluruh perwakilan asosiasi desa yang berlangsung di Kantor Kemendes, Selasa (23/6/2026). Dalam forum tersebut, Mendes Yandri memaparkan capaian dan arah pengembangan MBG dan Kopdes yang dinilai semakin memperkuat fondasi kemandirian desa.

“Seperti MBG, banyak melahirkan desa-desa tematik, ada desa melon, desa jagung, desa beras, desa nila, ayam petelur dan lain sebagainya. Dan banyak juga BUMDes bekerja sama sebagai mitra yang mempunyai SPPG dengan kerja sama dengan BGN,” ujar Yandri kepada awak media di lokasi.

Yandri menjelaskan, MBG tidak sekadar menjadi program pemenuhan gizi bagi masyarakat, tetapi juga mendorong desa untuk membangun spesialisasi komoditas. Desa-desa tematik yang terbentuk menjadi sentra produksi pangan terintegrasi yang memasok langsung kebutuhan dapur MBG. Pola ini menciptakan rantai pasok pendek yang menguntungkan petani dan peternak lokal sekaligus menekan biaya distribusi.

Keterlibatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai mitra penyelenggara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuka ribuan lapangan kerja baru. Warga desa direkrut sebagai tenaga pengolah makanan, petugas distribusi, hingga pengelola logistik. Kolaborasi BUMDes dengan Badan Gizi Nasional (BGN) menjamin keberlanjutan program sekaligus memberikan pendapatan tetap bagi BUMDes yang selama ini kerap kesulitan menemukan model bisnis yang stabil.

Di sisi lain, Kopdes Merah Putih diposisikan sebagai konsolidator ekonomi desa yang menyatukan potensi BUMDes di tingkat kecamatan. Dengan struktur yang lebih besar, Kopdes mampu mengakses pembiayaan yang lebih fleksibel, mengelola aset bersama, dan memperluas jaringan pasar. Sepuluh asosiasi desa yang hadir menyatakan siap mendorong anggotanya untuk segera membentuk Kopdes di wilayah masing-masing.

Rapat koordinasi ini menjadi sinyal kuat bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah desa, dan asosiasi semakin solid. Program MBG dan Kopdes diyakini menjadi jawaban konkret atas persoalan stunting, pengangguran desa, serta ketimpangan ekonomi antara kota dan desa yang selama ini menjadi pekerjaan rumah besar bangsa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
grace-winata

Editor Investasi. Editor panduan investasi dan produk finansial.

Comments (0)

User