Jakarta - Otoritas China akhirnya mengungkap hasil penyelidikan insiden mengerikan yang mengguncang ibu kota Beijing pekan lalu. Sebuah pesawat kecil menabrak gedung pencakar langit tertinggi di kota tersebut, menewaskan sang pilot yang merupakan satu-satunya penumpang, serta melukai 13 orang lainnya di darat.

Motif Pribadi dan Gangguan Psikologis Pihak berwenang menyatakan bahwa pilot yang menerbangkan pesawat nahas itu diketahui menderita insomnia kronis dan gangguan kecemasan. Aksi nekat yang berujung

Jul 08, 2026 - 04:38
0 0
Jakarta - Otoritas China akhirnya mengungkap hasil penyelidikan insiden mengerikan yang mengguncang ibu kota Beijing pekan lalu. Sebuah pesawat kecil menabrak gedung pencakar langit tertinggi di kota tersebut, menewaskan sang pilot yang merupakan satu-satunya penumpang, serta melukai 13 orang lainnya di darat.

Motif Pribadi dan Gangguan Psikologis

Pihak berwenang menyatakan bahwa pilot yang menerbangkan pesawat nahas itu diketahui menderita insomnia kronis dan gangguan kecemasan. Aksi nekat yang berujung maut pada 26 Juni 2022 tersebut diduga kuat dilatarbelakangi oleh masalah pribadi sang penerbang. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Kamis (2/7), kepolisian Beijing menyampaikan kronologi dan temuan awal investigasi. Meski identitas pilot belum dirilis ke publik, penyelidik telah mengonfirmasi bahwa tidak ada indikasi keterlibatan pihak lain atau unsur terorisme dalam kejadian ini.
"Berdasarkan bukti-bukti yang terkumpul, pilot memiliki riwayat kesehatan mental yang terdokumentasi. Ia mengalami insomnia kronis dan gangguan kecemasan. Tindakan ini murni dilatarbelakangi oleh alasan personal," demikian kutipan pernyataan otoritas setempat yang dihimpun oleh media kami.
Tragedi ini sontak mengundang perhatian global mengingat insiden serupa yang terjadi di Amerika Serikat lebih dari dua dekade silam. Beruntung, tingkat kerusakan dan korban jiwa kali ini jauh lebih kecil karena ukuran pesawat yang relatif mini. Sebanyak 13 orang yang terluka akibat serpihan dan kepanikan massa telah mendapatkan perawatan intensif di beberapa rumah sakit di Beijing. Hingga berita ini diturunkan, sebagian besar korban luka dilaporkan dalam kondisi stabil dan telah diperbolehkan pulang. Pemerintah China melalui otoritas penerbangan sipil nasionalnya berjanji akan memperketat pemeriksaan kesehatan mental bagi para pemegang lisensi terbang, khususnya untuk pesawat-pesawat pribadi dan komersial ringan yang beroperasi di sekitar wilayah padat penduduk. Kejadian ini menjadi catatan kelam bagi keamanan penerbangan domestik China sekaligus menyoroti urgensi penanganan kesehatan mental di kalangan pekerja sektor transportasi kritis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fahmi-reza

Reporter Startup. Reporter startup dan ekosistem pendanaan.

Comments (0)

User