Israel Gempur Tyre, Warga Lebanon Bersihkan Puing Bangunan
Tyre, Lebanon Selatan — Suasana kelabu menyelimuti kota pesisir Tyre pada Kamis (28/5/2026) setelah gelombang serangan udara Israel menghujani kawasan sela
Tyre, Lebanon Selatan — Suasana kelabu menyelimuti kota pesisir Tyre pada Kamis (28/5/2026) setelah gelombang serangan udara Israel menghujani kawasan selatan negeri itu. Seorang pekerja kota dengan buldoser kuning terlihat membersihkan tumpukan puing dan beton yang berserakan di tengah jalan, disaksikan warga yang wajahnya menyiratkan campuran syok dan ketabahan. Insiden ini menandai eskalasi kekerasan paling serius di perbatasan Lebanon-Israel dalam beberapa bulan terakhir.
Kronologi Serangan Udara
Menurut keterangan militer Israel, operasi yang dinamai "Perisai Galilea" itu menyasar infrastruktur militer kelompok Hizbullah yang diduga menyusup di wilayah sipil. Namun, warga setempat menyebut tidak ada peringatan berarti sebelum dentuman keras mengguncang permukiman padat penduduk.
- Pukul 02.30 pagi: Sirene pertahanan udara berbunyi di Israel utara, menandakan adanya tembakan roket dari Lebanon selatan yang belum diklaim oleh pihak mana pun.
- Pukul 04.00: Jet tempur Israel memulai serangan balasan, menghantam tiga titik di distrik Tyre, termasuk kawasan pasar tradisional dan dekat pelabuhan kecil.
- Pukul 06.00: Gelombang kedua serangan menyasar fasilitas logistik yang dituduh sebagai gudang senjata Hizbullah di pinggiran kota.
- Pukul 10.30: Tim SAR dan pekerja kota mulai membersihkan reruntuhan, mengungsikan puluhan keluarga, serta mengevakuasi korban luka ke rumah sakit terdekat.
"Kami mendengar suara pesawat dan tiba-tiba rumah tetangga roboh. Anak-anak menjerit, kami larikan diri tanpa membawa apa-apa," ujar Fatima, seorang ibu dua anak yang rumahnya hanya berjarak 50 meter dari titik hancuran.
Dampak dan Korban
Relawan Bulan Sabit Merah Lebanon melaporkan setidaknya 18 orang mengalami luka-luka, sementara jumlah korban jiwa masih dalam pendataan karena banyak reruntuhan belum sepenuhnya digali. Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut sebagian besar pasien menderita luka bakar dan trauma fisik akibat tertimpa material bangunan. Jaringan listrik dan telekomunikasi di sejumlah distrik juga terputus, memperparah upaya koordinasi penyelamatan.
Diplomat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Beirut mendesak kedua belah pihak menahan diri dan segera membuka koridor kemanusiaan. "Kami sangat prihatin dengan serangan di area padat penduduk. Perlindungan warga sipil harus menjadi prioritas utama," tegas juru bicara UNIFIL dalam keterangan persnya.
Respon Internasional
Prancis dan Turki mengecam keras serangan tersebut, meminta Dewan Keamanan PBB segera menggelar sidang darurat. Sementara itu, Amerika Serikat menyatakan mendukung hak Israel untuk membela diri, namun mengingatkan pentingnya proporsionalitas demi mencegah krisis kemanusiaan yang meluas. Di dalam negeri, Pemerintah Lebanon mengibarkan bendera setengah tiang dan menyatakan tiga hari berkabung nasional. Perdana Menteri Najib Mikati menuding Israel telah melanggar kedaulatan negaranya dan berencana melayangkan nota protes resmi.
Tim kami di lapangan melaporkan bahwa meski suasana mencekam, warga Tyre bahu-membahu membersihkan puing dan mendirikan tenda darurat bagi yang kehilangan tempat tinggal. Tokoh masyarakat setempat, Sheikh Hassan, mengimbau agar warga tidak panik namun tetap waspada terhadap potensi serangan susulan. "Kota ini pernah bangkit dari kehancuran sebelumnya, kami yakin bisa melaluinya lagi," katanya lirih.
Hingga berita ini diturunkan, sirene di perbatasan masih sesekali meraung, dan kabut debu perlahan menyelimuti kota tua yang menyimpan jejak peradaban Fenisia itu.
[SOCIAL_TWEET]: Duka di Tyre: serangan udara Israel porak-porandakan kota kuno Lebanon Selatan. Warga gotong royong bersihkan puing, korban luka bertambah. Dunia desak gencatan segera. #LebanonUnderAttack #Tyre #IsraeliAirstrikes[SOCIAL_TG]: 🔴 Tyre Berguncang: Jet tempur Israel bombardir kota pesisir Lebanon usai ketegangan perbatasan. 18 luka, puluhan keluarga mengungsi. Tim darurat berpacu dengan waktu di bawah ancaman serangan susulan.
Comments (0)