Iran Kecam Keras Serangan Baru AS di Pantai Selatan: Pelanggaran Gencatan Senjata

Pemerintah Iran merespon dengan kemarahan atas serangan terbaru yang dilancarkan oleh Amerika Serikat di kawasan pantai selatan Iran. Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran, Teheran me

Jul 06, 2026 - 13:33
0 0
Iran Kecam Keras Serangan Baru AS di Pantai Selatan: Pelanggaran Gencatan Senjata

Pemerintah Iran merespon dengan kemarahan atas serangan terbaru yang dilancarkan oleh Amerika Serikat di kawasan pantai selatan Iran. Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran, Teheran mengutuk keras apa yang mereka sebut sebagai "serangan brutal" yang secara terang-terangan melanggar kesepakatan gencatan senjata yang tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) antara kedua negara.

Iran menegaskan bahwa tindakan AS tersebut menunjukkan sikap tidak bertanggung jawab dan mengabaikan komitmen yang telah disepakati. "Ini sekali lagi menunjukkan bahwa rezim AS tidak menghargai komitmennya dan bahwa mengingkari janji adalah bagian dari sifat rezim ini," tegas pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran, seperti dikutip dari laporan Aljazeera dan CNN oleh tim Terdepan.id pada Minggu (28/6/2026).

Latar Belakang Gencatan Senjata yang Rapuh

Serangan terbaru ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang belum sepenuhnya berhasil meredakan ketegangan di kawasan. Gencatan senjata yang dimaksud merupakan bagian dari paket perundingan yang difasilitasi oleh pihak ketiga dalam beberapa bulan terakhir, dengan harapan mengakhiri siklus kekerasan yang berkepanjangan. Namun, dengan serangan ini, fondasi kepercayaan yang sudah rapuh tampak semakin runtuh.

Pernyataan Iran secara eksplisit menyoroti pola sikap Washington yang dianggap tidak konsisten. Dengan menggunakan frasa "mengingkari janji adalah bagian dari sifat rezim ini," Iran seakan ingin menekankan bahwa ini bukan kali pertama AS melanggar perjanjian internasional. Pernyataan tersebut mencerminkan kekecewaan mendalam Teheran terhadap diplomasi dengan pemerintahan AS saat ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak AS atas tuduhan pelanggaran MoU tersebut. Para pengamat menilai serangan ini berpotensi memicu eskalasi lebih lanjut di kawasan yang sudah rentan. Situasi ini mempertegas bahwa prospek perdamaian yang berkelanjutan masih menghadapi tantangan berat, dan kedua negara tampaknya masih terperangkap dalam siklus saling tuduh dan aksi militer.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fahmi-reza

Reporter Startup. Reporter startup dan ekosistem pendanaan.

Comments (0)

User