IHSG Anjlok 1,89%, Investor Asing Lepas Saham Pilihan

Bursa Efek Indonesia kembali dihantam aksi jual masif pada perdagangan kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa ditutup dengan koreksi dalam hi

Jul 09, 2026 - 16:27
0 0

Bursa Efek Indonesia kembali dihantam aksi jual masif pada perdagangan kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa ditutup dengan koreksi dalam hingga 1,89%, semakin menjauh dari level psikologis 6.000. Tekanan datang dari kombinasi sentimen global yang memanas dan dinamika domestik yang kurang kondusif, membuat investor—khususnya asing—ramai-ramai keluar pasar.

Pasar Dibuka di Zona Merah

  1. IHSG langsung tertekan sejak bel pembukaan. Pada sembilan menit pertama perdagangan, indeks sudah merosot 0,8% atau sekitar 48 poin ke posisi 5.940-an.
  2. Sektor keuangan dan energi memimpin pelemahan awal. Saham-saham big cap seperti perbankan dan pertambangan langsung berada di bawah tekanan jual, seiring kecemasan pasar terhadap kebijakan moneter global dan penurunan harga komoditas.

Sentimen Global Makin Membebani

  1. IMF memangkas prospek pertumbuhan ekonomi dunia untuk tahun ini menjadi 3,2%, dipicu eskalasi konflik geopolitik dan lambatnya pemulihan perdagangan. Kabar ini memicu risk-off di seluruh pasar negara berkembang.
  2. The Fed mengindikasikan sikap hawkish dengan kemungkinan menunda pemangkasan suku bunga hingga kuartal ketiga. Pernyataan pejabat the Fed membuat dolar AS menguat dan imbal hasil obligasi AS naik, menguras likuiditas dari emerging market.
  3. Perang di Timur Tengah membara lagi setelah serangan udara lintas batas meningkatkan risiko geopolitik. Harga minyak sempat melonjak namun kemudian koreksi, menambah ketidakpastian di pasar saham.

Aksi Jual Asing Kian Deras

  1. Investor asing mencatatkan net sell hingga Rp1,34 triliun di seluruh pasar. Angka ini menjadi yang terbesar dalam dua pekan terakhir, menandakan eksodus dana asing yang agresif.
  2. Saham-saham blue chip yang biasa digemari asing menjadi sasaran utama:
    • BBCA (Bank Central Asia) dilepas asing lebih dari Rp380 miliar, membuat sahamnya terkoreksi 2,3% ke level 8.900.
    • BBRI (Bank Rakyat Indonesia) turut dijual dengan volume net sell asing lebih dari Rp290 miliar, menekan harga sahamnya turun 2,1%.
    • ADRO (Adaro Energy) juga jadi bulan-bulanan, mengalami net sell asing sekitar Rp180 miliar setelah harga batubara melemah.
    • ASII (Astra International) tidak luput, dilepas asing sebanyak Rp140 miliar seiring penurunan proyeksi penjualan otomotif.
  3. Total nilai transaksi bursa mencapai Rp12,8 triliun dengan volume 18,6 miliar saham, didominasi oleh aksi jual asing di hampir semua sektor.

IHSG Kian Menjauh dari 6.000

  1. Sesi siang tidak membawa perbaikan berarti. Indeks sempat rebound tipis ke posisi 5.910, namun gagal bertahan karena tekanan jual lanjutan dari domestik dan asing.
  2. Penutupan IHSG berada di level 5.887,38, turun 1,89% atau 113 poin. Dari 11 sektor di BEI, seluruhnya kompak melemah. Sektor teknologi turun paling dalam (2,91%), diikuti sektor properti (2,75%) dan sektor keuangan (2,01%).
  3. Analis menyebut level support kunci sekarang berada di 5.800. Jika tembus, bukan tidak mungkin IHSG akan menguji level terendahnya dalam tiga bulan terakhir. Rekomendasi saham hari ini: investor disarankan fokus pada saham defensif seperti ICBP dan JSMR yang terbukti lebih tahan terhadap gejolak.

Prospek: Masih Ada Harapan Pulih?

Meski IHSG saat ini tertekan, sejumlah analis melihat koreksi ini sebagai peluang akumulasi bagi saham-saham fundamental kuat dengan valuasi yang lebih murah. Pasar akan mencermati data inflasi AS yang akan dirilis akhir pekan ini serta kebijakan Bank Indonesia yang diharapkan bisa menjaga stabilitas rupiah. Kunci pemulihan IHSG: meredanya tekanan global dan masuknya kembali dana asing pada saham-saham pilihan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User