ICE BSD — Titanium Lamina Cetak Rekor MURI dengan Batu Sinter Bercahaya Pertama

Tangerang, Terdepan – Inovasi material bangunan memasuki babak baru. Pada ajang IndoBuildTech Expo 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (8/7), produk sintered

Jul 08, 2026 - 23:51
0 1
ICE BSD — Titanium Lamina Cetak Rekor MURI dengan Batu Sinter Bercahaya Pertama

Tangerang, Terdepan – Inovasi material bangunan memasuki babak baru. Pada ajang IndoBuildTech Expo 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (8/7), produk sintered stone Lumen Series dari Titanium Lamina resmi meraih piagam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Batu Sinter Pertama dengan Bio Luminesensi atau Efek Bercahaya dalam Gelap”. Pencapaian ini bukan sekadar pencatatan rekor, tetapi menandai pergeseran paradigma: material permukaan tak lagi pasif, melainkan mampu berinteraksi dengan lingkungan pencahayaan.

Penghargaan diserahkan langsung kepada Liem May Tjoe, CEO Platinum Ceramics Group, perusahaan induk yang menaungi Titanium Lamina. Dalam pidato singkatnya, Liem menegaskan bahwa teknologi yang dinamai Bio Luminance ini merupakan hasil riset bertahun-tahun untuk menyematkan kemampuan fotoluminesensi ke dalam lembaran batu sinter—material komposit padat yang lazim digunakan pada meja dapur, lantai, dan pelapis dinding karena ketahanannya terhadap goresan, panas, dan noda.

Batu yang Bisa Menyimpan Cahaya

Untuk memahami cara kerja “batu bercahaya” ini, bayangkan mainan glow-in-the-dark yang sering kita temui di masa kecil: mainan itu menyerap cahaya saat terkena lampu atau matahari, lalu melepaskannya perlahan sebagai pendaran dalam kegelapan. Konsep serupa diterapkan pada Lumen Series, namun dengan pendekatan teknik material yang jauh lebih maju.

Secara teknis, tim riset Titanium Lamina menyisipkan partikel fotoluminesen berbasis mineral tanah jarang (rare earth) langsung ke dalam adonan bubuk mineral yang menjadi cikal bakal sintered stone. Saat campuran ini dipadatkan di bawah tekanan hingga 30.000 ton dan suhu di atas 1.200°C—proses yang meniru bagaimana alam membentuk batuan metamorf—partikel aktif itu tetap terperangkap di dalam matriks keramik yang sangat rapat. Hasilnya: sebuah lempengan batu sintetis yang tidak hanya keras, tetapi juga mampu “menyimpan” energi foton dari sumber cahaya sekitar dan memancarkannya kembali dalam spektrum warna lembut, kebiruan atau kehijauan, selama berjam-jam di kegelapan.

“Kami ingin menciptakan material yang tidak sekadar indah secara visual, tetapi juga fungsional dalam kondisi minim cahaya. Bio Luminance bisa menjadi pemandu ringan di koridor, tangga, atau area evakuasi tanpa perlu energi listrik tambahan,” jelas Liem saat ditemui usai seremonial.

Lebih dari Sekadar Estetika: Potensi Aplikasi

Kehadiran batu sinter bercahaya membuka spektrum aplikasi yang melampaui dekorasi interior. Berikut beberapa kemungkinan yang tengah dieksplorasi oleh pengembang dan arsitek:

  • Pencahayaan pasif untuk keamanan: Jalur evakuasi, tangga, dan strip dinding yang otomatis menyala saat listrik padam tanpa bergantung pada baterai atau catu daya cadangan.
  • Lantai dan fasade interaktif: Permukaan yang merespons jejak kaki atau bayangan, menawarkan pengalaman interaktif di area komersial maupun museum.
  • Desain rumah pintar: Bathroom countertop atau backsplash dapur yang menyala seperti lampu malam otomatis, meningkatkan kenyamanan tanpa menambah tagihan listrik.
  • Landmark dan instalasi seni: Mural atau elemen arsitektur yang terlihat oleh para peminat di siang hari dan berubah menjadi “lukisan cahaya” pada malam hari.

Dari segi teknik, keunggulan sintered stone sebagai “kanvas” bagi teknologi ini adalah sifatnya yang non-porus dan sangat tahan UV. Partikel luminesen di dalamnya tidak akan terdegradasi oleh penyinaran matahari atau kelembapan—masalah yang kerap ditemui pada cat berpendar konvensional.

MURI sebagai Pengakuan Inovasi Lokal

Museum Rekor Dunia Indonesia melegitimasi capaian Titanium Lamina sebagai yang pertama di Tanah Air. “Rekor ini bukan hanya soal siapa yang lebih dulu, melainkan soal daya cipta industri material Indonesia,” ujar perwakilan MURI. “Kami melihat adanya integrasi antara teknologi material cerdas dengan kebutuhan pasar yang terus bergerak ke arah solusi bangunan berkelanjutan dan tanggap bencana.”

Bagi Titanium Lamina, rekor ini menjadi batu loncatan. Setelah sukses memamerkan Lumen Series di IndoBuildTech, perusahaan berencana mendorong produk ini ke pasar regional Asia Tenggara. Jika diterima, bukan tak mungkin kelak bioskop, rumah sakit, hingga bandara menggunakan “batu pintar” ini sebagai bagian dari strategi penghematan energi dan estetika futuristik.

Inovasi seperti Bio Luminance menunjukkan bahwa masa depan material bangunan tak akan berhenti pada fungsi struktural atau estetis semata. Mereka akan menjadi antarmuka yang aktif, hadir dalam dialog diam antara cahaya, ruang, dan manusia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User