Gempa Darat Magnitudo 4,7 Guncang Sarmi, Papua, Dini Hari Tadi
Wilayah Kabupaten Sarmi, Papua, diguncang gempa bumi tektonik pada Senin dini hari (6/7/2026). Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan magnitu
Wilayah Kabupaten Sarmi, Papua, diguncang gempa bumi tektonik pada Senin dini hari (6/7/2026). Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan magnitudo 4,7 terjadi sekitar pukul 02.10 WIB. Pusat gempa berada di darat, tepatnya pada koordinat 2.06 Lintang Selatan dan 138.69 Bujur Timur, atau sekitar 21 kilometer arah barat daya dari pusat Kota Sarmi.
Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer. Kedalaman dangkal tersebut membuat getaran terasa cukup jelas di sejumlah titik permukiman di sekitar pusat gempa. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. Namun, sejumlah warga mengaku sempat terbangun karena guncangan yang berlangsung singkat.
Gempa Dangkal di Zona Sesar Aktif
Secara tektonik, wilayah Papua memang dikenal sebagai salah satu kawasan dengan aktivitas seismik yang tinggi. Gempa dangkal dengan kedalaman di bawah 30 kilometer sering kali berkaitan dengan pergerakan sesar aktif yang tersebar di daratan Papua. Gempa Sarmi kali ini termasuk dalam kategori gempa dangkal, yang umumnya dipicu oleh aktivitas sesar lokal. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“21 kilometer barat daya Sarmi-Papua,” demikian keterangan resmi yang disampaikan melalui kanal informasi BMKG. Posisi tersebut menempatkan pusat gempa di area pedalaman dengan akses terbatas, sehingga pemantauan lanjutan masih terus dilakukan.
Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan jalur evakuasi tetap bersih dan tidak menimbun barang di sekitar pintu keluar. Meskipun magnitudonya tidak tergolong besar, kewaspadaan terhadap gempa susulan tetap diperlukan.
Respon Warga dan Imbauan BMKG
Warga di Kecamatan Sarmi dan sekitarnya mengaku merasakan guncangan dengan intensitas lemah hingga sedang. Seorang warga di Distrik Sarmi, Yulius, mengatakan bahwa dirinya sempat terkejut mendengar suara gemuruh dari dalam tanah sebelum merasakan getaran. “Suasananya seperti ada truk besar lewat, lalu terasa goyang dikit. Saya langsung keluar rumah, tapi tidak lama kemudian reda,” ujarnya kepada Terdepan.id.
BMKG mencatat bahwa gempa dengan magnitudo 4,7 ini tidak berpotensi tsunami, karena sumbernya berada di daratan. Meski demikian, masyarakat tetap diingatkan untuk selalu waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang bisa terjadi dalam beberapa jam ke depan. Bagi warga yang berada di dalam bangunan saat gempa terjadi, disarankan untuk segera keluar menuju tempat terbuka, menjauhi tiang listrik, pohon tinggi, dan bangunan yang retak.
Hingga pukul 05.00 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan yang signifikan. Tim tanggap darurat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sarmi juga sudah berkoordinasi dengan aparat desa untuk memantau kondisi wilayah, khususnya di lokasi yang paling dekat dengan pusat gempa. Terdepan.id akan terus memantau perkembangan situasi ini dan menyampaikan informasi terkini kepada pembaca.
Comments (0)