Gelombang Panas Ekstrem di Eropa, Bikin Asia Cuan
Eropa tengah berjuang melawan gelombang panas dahsyat yang tidak hanya memicu darurat kesehatan dan gangguan infrastruktur, tetapi juga membuka peluang cuan besar bagi produsen elektronik Asia. Suhu
Eropa tengah berjuang melawan gelombang panas dahsyat yang tidak hanya memicu darurat kesehatan dan gangguan infrastruktur, tetapi juga membuka peluang cuan besar bagi produsen elektronik Asia. Suhu udara di sejumlah kota besar seperti Roma, Madrid, hingga Berlin menembus rekor tertinggi dalam beberapa dekade terakhir, memaksa warga dan pelaku usaha mencari solusi pendingin ruangan secara masif. Kondisi ini langsung mendongkrak permintaan pendingin ruangan (AC) buatan Asia, mulai dari unit portabel hingga sistem pendingin komersial. Produsen raksasa seperti Samsung Electronics, Midea, dan Mitsubishi Electric mengonfirmasi lonjakan pesanan dari berbagai negara di Benua Biru. Sebagian distributor bahkan melaporkan stok AC habis dalam hitungan hari, seiring masyarakat yang memprioritaskan kenyamanan termal di tengah suhu yang melampaui 40 derajat Celsius.
Produsen Asia Panen Cuan di Tengah Krisis Panas Eropa
Berdasarkan pantauan Terdepan.id dari data perdagangan dan laporan internal perusahaan, ekspor AC dari Asia ke Eropa melonjak hingga 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Samsung Electronics mencatat peningkatan pengiriman unit AC residential lebih dari 40 persen di kuartal kedua, sedangkan Midea Group asal Tiongkok menyebut pasar Eropa kini berkontribusi hampir 28 persen dari total pendapatan divisi pendingin udara mereka. Mitsubishi Electric juga tak mau ketinggalan, dengan peningkatan permintaan untuk AC inverter hemat energi yang semakin diminati konsumen Eropa yang sadar tagihan listrik. Menurut sejumlah distributor yang dihimpun Terdepan.id, tingginya suhu memicu pembelian impulsif, terutama untuk AC portabel yang mudah dipasang tanpa renovasi. Toko elektronik di Jerman, Prancis, dan Italia bahkan menerapkan sistem pre-order karena pasokan tak mampu mengimbangi permintaan. Analis memperkirakan tren ini akan terus berlanjut setidaknya hingga akhir musim panas, memberikan keuntungan signifikan bagi pabrikan Asia yang sudah menyiapkan kapasitas produksi tambahan. Dampaknya, saham beberapa emiten elektronik di bursa Seoul dan Shanghai pun ikut terangkat seiring optimisme pasar.
Comments (0)