Di Tengah Ketidakpastian Global, Airlangga Pastikan Ekonomi RI Tetap Positif

Pemerintah terus memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal yang berasal dari perlambatan global, volatilitas pasar keuangan, dan fragmentasi geopolitik. Berdasarkan laporan Ter

Jul 07, 2026 - 23:28
0 1
Di Tengah Ketidakpastian Global, Airlangga Pastikan Ekonomi RI Tetap Positif

Pemerintah terus memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal yang berasal dari perlambatan global, volatilitas pasar keuangan, dan fragmentasi geopolitik. Berdasarkan laporan Terdepan.id, optimisme itu didasarkan pada serangkaian indikator makroekonomi yang masih mencatatkan kinerja solid. Pada triwulan I tahun 2026, produk domestik bruto (PDB) Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,61% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini tidak hanya melampaui berbagai proyeksi lembaga internasional, tetapi juga mempertahankan posisi Indonesia di atas rata-rata pertumbuhan negara-negara kawasan ASEAN.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa capaian tersebut bukanlah satu-satunya sinyal positif. "Kita juga menjaga inflasi, inflasi kita di bulan Mei ini sekitar 3%. Kemudian kita juga bisa menjaga domestic demand di mana indeks keyakinan konsumennya masih di atas 100 bahkan 120," ujar Airlangga dalam keterangannya, Senin (29/6/2026). Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang tetap kuat di atas level 120 menunjukkan bahwa daya beli dan optimisme rumah tangga masih menjadi penopang utama permintaan domestik, sebuah pilar penting di saat ekspor menghadapi ketidakpastian pasar global.

Kinerja Sektor Eksternal dan Manufaktur Tetap Terjaga

Dari sisi eksternal, neraca perdagangan Indonesia tetap mencatatkan surplus. Airlangga menyebutkan bahwa pada bulan April 2026, neraca perdagangan mencatatkan tren positif dengan surplus sebesar USD0,09 miliar. Meskipun nominalnya tidak besar, konsistensi surplus di tengah penurunan harga komoditas dan perlambatan ekonomi mitra dagang utama menjadi indikator bahwa struktur ekspor Indonesia semakin tangguh. Di sektor riil, optimisme juga masih terpantau. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur S&P Global Indonesia berada di angka 50, tepat di ambang ekspansi. Angka ini memberi sinyal bahwa aktivitas manufaktur belum mengalami kontraksi, sekaligus menunjukkan bahwa sektor industri dalam negeri cukup resilien menghadapi tekanan biaya input dan dinamika rantai pasok global.

Dengan komposisi pertumbuhan yang ditopang oleh konsumsi domestik yang kuat, inflasi yang terkendali di kisaran target, serta sektor eksternal dan manufaktur yang tetap terjaga, pemerintah meyakini bahwa Indonesia memiliki bantalan yang cukup untuk meredam gejolak global. Ke depan, sinergi kebijakan fiskal dan moneter akan terus difokuskan untuk menjaga stabilitas harga, memperkuat sektor riil, serta memastikan momentum pemulihan ekonomi tetap berlanjut secara inklusif dan berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
toni-kurniadi

Reporter Fintech. Reporter fintech dan pembayaran digital.

Comments (0)

User