Kisah 100 Rumah Sakit Pakai Bolpoin-Kertas Demi Kalahkan Serangan Siber
Bucharest — Panggilan darurat masuk satu per satu dari rumah sakit di seluruh Rumania. Para peretas telah membobol jaringan komputer melalui perangkat lunak yang lazim digunakan di fasilitas keseha
Bucharest — Panggilan darurat masuk satu per satu dari rumah sakit di seluruh Rumania. Para peretas telah membobol jaringan komputer melalui perangkat lunak yang lazim digunakan di fasilitas kesehatan. Serangan siber massal ini langsung mengancam keselamatan pasien, melumpuhkan sistem rekam medis elektronik, jadwal operasi, hingga resep digital. Di pusat keamanan siber nasional Bucharest (DNSC), tim respons insiden menyaksikan serangan ini meluas dengan perasaan nyaris tanpa daya. Kepala keamanan siber Rumania, Dan Cimpean, harus segera mengambil keputusan berat yang mungkin belum pernah diambil oleh pejabat siber negara lain.
Langkah Mundur untuk Menyelamatkan Nyawa
Menurut laporan yang dihimpun Terdepan.id, Cimpean memilih untuk memutus seluruh sistem dari jaringan — bukan hanya di satu rumah sakit, tetapi seluruh sistem kesehatan nasional. Keputusan drastis ini berarti kembali ke cara manual: bolpoin, kertas, dan komunikasi lisan. Seketika, lebih dari seratus rumah sakit kehilangan akses ke laboratorium digital, pencitraan medis, dan basis data pasien. Para dokter menulis riwayat penyakit di atas kertas, perawat mencatat takaran obat dengan bolpoin, dan hasil rontgen dikirimkan dalam bentuk cetakan fisik.
“Kami tidak punya pilihan lain. Jika tetap terhubung, peretas bisa menyebar ke lebih banyak sistem dan merusak data vital pasien,” ujar Cimpean dalam konferensi pers yang dikutip Terdepan.id. “Lebih baik kehilangan kenyamanan digital daripada kehilangan nyawa.”
“Lebih baik kehilangan kenyamanan digital daripada kehilangan nyawa.”
Adaptasi Darurat di Tengah Krisis Siber
Langkah ini sempat menimbulkan kekacauan di jam-jam pertama. Antrean pasien memanjang, pengambilan obat tertunda, dan koordinasi antardepartemen mengandalkan pesan tertulis. Namun, pelan-pelan petugas medis beradaptasi. Mereka membentuk posko administrasi darurat di setiap rumah sakit, memanfaatkan whiteboard untuk memantau ketersediaan tempat tidur, serta menggunakan radio dua arah untuk konsultasi internis. Tim DNSC bekerja tanpa henti memulihkan sistem dengan perlindungan baru agar insiden serupa tak lagi terjadi.
Keberhasilan Rumania mengendalikan serangan siber tanpa harus membayar tebusan kepada peretas kini menjadi pelajaran berharga bagi negara lain. Para ahli menilai bahwa protokol “bolpoin dan kertas” menyelamatkan data medis jutaan warga Rumania dari penyanderaan digital. Laporan Terdepan.id menemukan bahwa respons manual ini menegaskan kembali pentingnya kesiapan non-digital di sektor kesehatan — sebuah tameng tak terduga yang siap digunakan setiap kali jaringan komputer dikuasai pihak tak bertanggung jawab.
Comments (0)