Data Ngeri dari WHO Imbas Gelombang Panas Ekstrem di Eropa

Terdepan.id — Gelombang panas ekstrem yang menerjang kawasan Eropa sejak pertengahan Juni kian memakan korban. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sedikitnya 1.300 kematian terkait suhu tingg

Jul 06, 2026 - 13:26
0 0
Data Ngeri dari WHO Imbas Gelombang Panas Ekstrem di Eropa

Terdepan.id — Gelombang panas ekstrem yang menerjang kawasan Eropa sejak pertengahan Juni kian memakan korban. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sedikitnya 1.300 kematian terkait suhu tinggi tercatat hanya dalam rentang waktu dua pekan terakhir. Data ini menjadi alarm serius bagi puluhan juta warga di seluruh benua yang masih harus bergelut dengan suhu udara yang terus meroket, terutama sepanjang akhir pekan ketika gelombang panas bergeser ke timur Eropa.

Rekor Suhu dan Korban Jiwa

Menurut laporan yang dihimpun Terdepan.id dari berbagai sumber kesehatan dan meteorologi, sejumlah negara melaporkan lonjakan angka kematian yang signifikan. Di Spanyol, lebih dari 500 orang meninggal akibat gelombang panas dalam satu minggu. Prancis mencatat kejadian serupa, dengan layanan darurat menerima ribuan panggilan tambahan per hari. Italia dan Jerman juga melaporkan peningkatan kasus heatstroke yang mematikan. Suhu di beberapa kota besar seperti Madrid, Roma, dan Paris sempat menembus 40 hingga 43 derajat Celsius, jauh di atas rata-rata musim panas. “Kita menghadapi situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Suhu tidak hanya mencetak rekor, tetapi juga durasi gelombang panas yang berkepanjangan,” ujar seorang ahli iklim yang enggan disebutkan namanya.

Layanan Kesehatan Kewalahan

Rumah sakit dan pusat kesehatan di kota-kota terdampak melaporkan kondisi yang semakin tertekan. Tingkat keterisian tempat tidur melonjak hingga 90 persen di sejumlah fasilitas, dengan pasien sebagian besar merupakan warga lanjut usia dan penderita penyakit kronis. Di Yunani, petugas medis harus mendirikan posko darurat di area publik untuk menangani korban dehidrasi dan serangan panas. “Rantai layanan kesehatan kami seperti dipaksa bekerja dalam mode bencana,” kata seorang juru bicara dinas kesehatan setempat. Tidak hanya rumah sakit, layanan ambulans dan pemadam kebakaran juga kewalahan merespons panggilan darurat akibat kebakaran hutan yang dipicu oleh cuaca kering dan angin kencang.

Langkah Mitigasi dan Peringatan WHO

WHO melalui pernyataan resminya mendesak pemerintah Eropa untuk segera memperkuat sistem peringatan dini dan memastikan ketersediaan tempat penampungan berpendingin bagi kelompok rentan. Dalam rilis yang diterima Terdepan.id, badan PBB itu menekankan pentingnya edukasi publik agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, memperbanyak asupan cairan, dan mengenali gejala awal heatstroke.

“Lebih dari 1.300 kematian yang terkait langsung dengan suhu ekstrem ini seharusnya menjadi peringatan bagi kita semua. Perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan kenyataan yang kita hadapi sekarang,” tegas Direktur Regional WHO untuk Eropa dalam keterangannya.

Sementara itu, para meteorolog memperkirakan gelombang panas akan terus bergerak ke Eropa Timur dalam beberapa hari ke depan, membuat negara-negara seperti Polandia, Hungaria, dan Rumania bersiap menghadapi dampak serupa. Upaya internasional untuk menurunkan emisi gas rumah kaca pun kembali disuarakan seiring semakin nyatanya krisis iklim yang merenggut ribuan nyawa hanya dalam hitungan pekan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
suwandi-tan

Editor Bisnis. Editor isu korporasi, M&A, dan sektor riil.

Comments (0)

User