Changan Lumin dan Deepal S07 Buktikan Biaya Cas Rumah Jauh Lebih Murah

Total biaya kepemilikan (TCO) kini menjadi faktor krusial yang menggeser paradigma lama di mana harga beli adalah segalanya. Dalam ekosistem kendaraan list

Jul 08, 2026 - 02:38
0 0
Total biaya kepemilikan (TCO) kini menjadi faktor krusial yang menggeser paradigma lama di mana harga beli adalah segalanya. Dalam ekosistem kendaraan listrik, biaya pengisian daya atau *cas* baterai memegang peranan vital dalam menentukan efisiensi operasional harian. Berdasarkan penelusuran teknis, dua model Changan yang saat ini meramaikan pasar Indonesia, yaitu city car Changan Lumin dan SUV Changan Deepal S07, menawarkan struktur biaya yang sangat kompetitif, baik saat diisi ulang di rumah maupun di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Perbandingan ini menjadi simulasi konkret bagaimana selisih tarif listrik dapat berdampak signifikan terhadap dompet pengguna dalam jangka panjang.

Analisis Biaya: Mengukur Efisiensi Hulu ke Hilir

Perhitungan biaya pengisian daya tidak bisa dilepaskan dari kapasitas baterai dan konsumsi energi rata-rata kendaraan. Changan Lumin dibekali baterai berkapasitas **17,92 kWh**, cukup untuk menempuh jarak hingga 200 kilometer dalam kondisi ideal. Sementara Deepal S07 varian standar membawa baterai yang jauh lebih besar, mencapai **66,8 kWh**, dengan klaim jarak tempuh di atas 400 kilometer. Kesenjangan biaya terbesar muncul dari sumber energi yang dipilih. Pengisian di rumah menggunakan tarif listrik non-subsidi golongan R-1/TR (daya di atas 1.300 VA) berada di kisaran **Rp 1.699 per kWh**. Sebaliknya, SPKLU mengenakan tarif yang bervariasi tergantung operator dan kecepatan pengisian. Untuk *fast charging*, tarifnya berkisar antara **Rp 2.450 hingga Rp 2.750 per kWh**.
Model Kapasitas Baterai Full Charge di Rumah Full Charge di SPKLU (Fast) Biaya per Km (Rumah) Biaya per Km (SPKLU)
Changan Lumin 17,92 kWh ≈ Rp 30.400 ≈ Rp 49.280 ≈ Rp 152 ≈ Rp 246
Deepal S07 66,8 kWh ≈ Rp 113.500 ≈ Rp 183.700 ≈ Rp 283 ≈ Rp 459
Dari komparasi di atas, terlihat bahwa selisih nominal untuk pengisian penuh Deepal S07 mencapai **Rp 70.200**. Dalam siklus penggunaan bulanan, jika pengguna mengisi daya empat kali penuh di rumah, biayanya sekitar **Rp 454.000**. Jika dilakukan di SPKLU, angkanya melonjak hingga **Rp 734.800**. *Beban operasional ini adalah kalkulasi yang sering diabaikan saat konsumen terpaku pada diskon harga jual kendaraan.*

Faktor Psikologis dan Kesiapan Infrastruktur

Selain murni perhitungan teknis, ada variabel perilaku yang mempengaruhi pilihan metode *cas*. Sebagian pengguna memilih SPKLU bukan karena ketiadaan instalasi listrik di rumah, tetapi demi kecepatan. Pengisian 30 menit di SPKLU sering dianggap lebih praktis dibandingkan *overnight charging* 6-8 jam di rumah. Namun, secara biaya, kebiasaan ini adalah sebuah kemewahan yang terus menerus menggerus keunggulan ekonomis sebuah EV. Untuk memaksimalkan efisiensi Changan Lumin, pengguna cukup mengandalkan *portable charger* standar yang tersambung ke stop kontak rumah tangga. Biaya infrastruktur tambahan nyaris nol. Adapun untuk Deepal S07, pemasangan *wall charger* 7 kW sangat disarankan untuk efisiensi waktu pengisian; investasi alat ini akan cepat kembali mengingat selisih tarif rumah vs SPKLU yang sangat signifikan. *Dengan terus bertambahnya infrastruktur, SPKLU kini lebih tepat diposisikan sebagai solusi darurat atau penunjang perjalanan jarak jauh, bukan sebagai sumber energi harian kendaraan listrik.*

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User