Berau — Bupati Hadiri Pelantikan Pengurus YJI, Dorong Gerakan Hidup Sehat

Suasana Balai Mufakat, Kabupaten Berau, sedikit berbeda pada akhir pekan ini. Deretan kursi tertata rapi, para tamu undangan hadir dengan kemeja formal, da

Jul 08, 2026 - 08:39
0 1
Berau — Bupati Hadiri Pelantikan Pengurus YJI, Dorong Gerakan Hidup Sehat

Suasana Balai Mufakat, Kabupaten Berau, sedikit berbeda pada akhir pekan ini. Deretan kursi tertata rapi, para tamu undangan hadir dengan kemeja formal, dan spanduk bertuliskan “Pelantikan Pengurus Yayasan Jantung Indonesia Cabang Berau Periode 2026–2031” menjadi pusat perhatian. Bupati Berau, Sri Juniarsih, tampak duduk di barisan terdepan, menyimak jalannya acara yang menandai babak baru gerakan melawan penyakit jantung di wilayahnya. Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua YJI Kalimantan Timur, Wahyu Seno Aji, yang hadir bersama jajaran pengurus daerah. Peristiwa ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi titik tolak penguatan kampanye hidup sehat yang digadang-gadang mampu menekan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular di Bumi Batiwakkal.

Rangkaian Prosesi Pelantikan

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan tertib. Seluruh tahapan acara sengaja disusun untuk menegaskan komitmen para pengurus baru terhadap misi besar Yayasan Jantung Indonesia. Berdasarkan pantauan di lokasi, berikut urutan kegiatan yang berlangsung siang itu:

  1. Sesi Pembukaan dan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Lama
    Acara dimulai pukul 14.00 WITA. Pengurus periode sebelumnya menyampaikan capaian program, termasuk layanan skrining jantung keliling dan edukasi di sekolah-sekolah. Data yang dipaparkan menjadi dasar proyeksi kerja pengurus baru.
  2. Pembacaan Surat Keputusan dan Pengambilan Sumpah
    Wahyu Seno Aji membacakan Surat Keputusan Pengurus YJI Cabang Berau periode 2026–2031. Sebanyak 17 pengurus inti dilantik, terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, dan para koordinator bidang. Prosesi pengambilan sumpah dilakukan dengan penuh khidmat, dipandu oleh rohaniwan yang hadir.
  3. Sambutan Ketua YJI Kalimantan Timur
    Dalam sambutannya, Wahyu Seno Aji menekankan bahwa Kalimantan Timur, termasuk Berau, menghadapi peningkatan kasus penyakit jantung sebesar 11% per tahun dalam satu dekade terakhir. Ia meminta pengurus baru memperkuat deteksi dini dengan memperluas cakupan posbindu jantung dan menggaet kolaborasi pihak swasta.
  4. Sambutan Kunci dari Bupati Sri Juniarsih
    Momen paling ditunggu adalah arahan dari Bupati. Sri Juniarsih tidak hanya mengapresiasi pelantikan, tetapi langsung menantang pengurus baru untuk merancang Gerakan 10.000 Langkah Sehari dan integrasi edukasi jantung ke dalam program Posyandu. “Jantung sehat adalah hak setiap warga. Saya ingin Berau menjadi kabupaten pertama di Kaltim yang berhasil menurunkan prevalensi hipertensi di bawah 20% dalam lima tahun,” ujar Sri.
  5. Penandatanganan Komitmen Bersama dan Penutupan
    Sebagai simbol, seluruh pengurus baru dan Bupati menandatangani piagam komitmen gerakan hidup sehat. Acara diakhiri dengan sesi ramah tamah dan pemeriksaan tekanan darah gratis bagi para tamu undangan.

Sorotan Data dan Target Gerakan

Pelantikan ini tidak hadir tanpa latar belakang yang mendesak. Data Dinas Kesehatan Berau per akhir 2025 mencatat bahwa penyakit jantung dan pembuluh darah menyumbang 18,3% dari total kematian di kabupaten tersebut, menjadikannya pembunuh nomor dua setelah stroke. Ironisnya, lebih dari 60% pasien baru terdiagnosis setelah mengalami komplikasi serius. Pengurus baru YJI Berau, yang diketuai oleh dr. Rizal Fahmi (nama fiktif), mengantongi target ambisius: membangun 5 klinik deteksi dini jantung di lima kecamatan pada tahun pertama, serta melatih 100 kader kesehatan masyarakat sebagai garda terdepan edukasi pola makan rendah garam dan aktivitas fisik rutin. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami akan menggandeng OPD terkait, perusahaan tambang, dan komunitas,” ujar dr. Rizal usai pelantikan. Sementara itu, Bupati Sri Juniarsih menyatakan akan mengalokasikan dana pendamping dari APBD untuk mendukung operasional program YJI, sebagai bukti keberpihakan anggaran terhadap pencegahan, bukan hanya pengobatan.

Strategi ke Depan: Dari Skrining Hingga “Kampung Jantung”

Wahyu Seno Aji membocorkan bahwa YJI Berau akan menjadi proyek percontohan “Kampung Jantung” di Kalimantan Timur. Konsep ini mengintegrasikan skrining berbasis komunitas, konseling gizi rutin, dan senam jantung bersama di tingkat desa. Rencananya, dua desa di Kecamatan Sambaliung akan dijadikan lokasi percontohan. “Kami targetkan pada 2028 setiap desa memiliki setidaknya satu kader jantung yang bisa menggunakan alat EKG portabel sederhana,” pungkasnya. Inisiatif ini sejalan dengan tren global di mana pencegahan penyakit kardiovaskular bergeser dari pendekatan klinis menjadi berbasis komunitas dan teknologi tepat guna.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User