7 Tahun Menjomlo, Dinda Kanyadewi Santai Belum Ada Target Nikah

Pemain sinetron yang namanya melejit lewat peran antagonis di Cinta Fitri ini menegaskan bahwa kesendiriannya bukanlah beban, melainkan pilihan sadar yang dirawat dengan penuh kesadaran. Dinda Kanyad

Jul 08, 2026 - 08:39
0 1
7 Tahun Menjomlo, Dinda Kanyadewi Santai Belum Ada Target Nikah

Pemain sinetron yang namanya melejit lewat peran antagonis di Cinta Fitri ini menegaskan bahwa kesendiriannya bukanlah beban, melainkan pilihan sadar yang dirawat dengan penuh kesadaran. Dinda Kanyadewi mengungkapkan, sudah tujuh tahun ia melewati hari tanpa kehadiran pasangan. Di tengah lingkaran pertemanan yang satu per satu membangun rumah tangga, ia justru merasa tidak perlu terburu-buru mengejar garis finis yang sama. Bagi Dinda, saat ini waktunya untuk fokus pada diri sendiri, karier, dan ketenangan batin yang sering kali sulit didapat ketika terlalu sibuk memikirkan ekspektasi orang lain.

Dalam perbincangan santai di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026), Dinda tak menutupi fakta bahwa usianya yang kian mendekati kepala empat kerap memancing pertanyaan standar: kapan menikah? Namun, aktris kelahiran 5 Agustus 1987 itu menghadapi segala tanya dengan senyum dan jawaban lugas. "Asmara, kebetulan udah jalan 7 tahun sendiri, single, jadi sampai detik ini belum ada sama sekali dan belum kepikiran juga buat menikah," ujarnya. Kalimat itu meluncur begitu saja, tanpa beban, seolah ia sudah benar-benar berdamai dengan situasi yang dijalani.

Sikap Dinda ini mencerminkan pergeseran cara pandang sebagian perempuan urban terhadap institusi pernikahan. Jika pada era sebelumnya menjadi lajang di usia matang kerap dianggap sebagai kekurangan, kini perempuan seperti Dinda justru membingkai ulang kesendirian sebagai ruang tumbuh yang berharga. Selama tujuh tahun melajang, ia tetap produktif di dunia hiburan dan menjalani kehidupan sosial yang aktif, membuktikan bahwa definisi kebahagiaan perempuan tidak bisa diseragamkan.

Bintang yang dikenal lewat aktingnya yang kuat ini juga mengisyaratkan bahwa ketiadaan pasangan tidak lantas membuat hidupnya sepi. Ia mengisi waktu dengan pekerjaan, hobi, dan relasi keluarga yang erat. Tidak adanya target nikah yang kaku membuatnya bebas merancang masa depan tanpa tekanan kronologis—sebuah kemewahan yang tidak dimiliki banyak orang. Keputusan ini layak diapresiasi di tengah budaya yang masih menempatkan pernikahan sebagai pencapaian wajib bagi perempuan. Dinda Kanyadewi membuktikan bahwa melajang cukup lama bukan tanda kegagalan, melainkan bukti bahwa ia tidak mau berkompromi hanya demi memenuhi kepantasan sosial.

Laporan ini ditayangkan oleh Terdepan.id sebagai potret ringan tentang perempuan yang terus mendefinisikan ulang kebahagiaannya sendiri, jauh dari tekanan konvensi yang mengikat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
olivia-hartono

Reporter Pasar Modal. Reporter saham, obligasi, dan emiten.

Comments (0)

User