Karina Ranau Takut Buka Warung Usai Dianiaya Pelanggan

Trauma mendalam masih menyelimuti artis Karina Ranau setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang pelanggan pria di warung miliknya. Kejadian yang terjadi di kawasan Pancoran, Jakarta Sela

Jul 08, 2026 - 08:39
0 0
Karina Ranau Takut Buka Warung Usai Dianiaya Pelanggan

Trauma mendalam masih menyelimuti artis Karina Ranau setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang pelanggan pria di warung miliknya. Kejadian yang terjadi di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan itu membuatnya enggan untuk membuka warung dan beraktivitas seperti sedia kala. Warung yang dikelolanya selama ini merupakan salah satu sumber penghidupannya sepeninggal sang suami, aktor Epy Kusnandar.

Istri mendiang Epy itu mengaku bayangan wajah pelaku yang penuh amarah masih terus menghantuinya. Hingga kini, bintang film Sewu Dino tersebut belum berani bertemu lagi dengan pelaku yang sempat melakukan kekerasan fisik terhadapnya. Trauma itu bahkan membuatnya merasa tidak mampu untuk sekadar melihat suasana warung yang dulu menjadi tempatnya berjualan.

"Belum, belum. Saya ketemu terakhir waktu di warung itu. Karena saya masih trauma, masih kemarahannya itu masih ada di depan mata saya. Saya masih takut," ujar Karina Ranau dengan nada bergetar saat ditemui di Polsek Pancoran, Selasa (7/7/2026).

Karina mengungkapkan bahwa dirinya masih sangat terpukul dan belum siap untuk memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kronologi kejadian. Peristiwa yang belum diungkapkannya secara detail itu telah membekaskan luka psikologis yang dalam. Pengalaman buruk saat berhadapan langsung dengan pelanggan yang tiba-tiba mengamuk telah merampas rasa amannya.

Pihak kepolisian dari Polsek Pancoran saat ini tengah menangani kasus dugaan penganiayaan tersebut. Karina Ranau, yang tampak masih emosional, hanya berharap keadilan dapat segera ditegakkan. Kedatangannya ke Polsek menunjukkan bahwa ia serius memperjuangkan haknya sebagai korban, meski kondisi mentalnya masih terguncang. Ia memilih untuk fokus pada pemulihan diri terlebih dahulu sebelum kembali menjalankan aktivitasnya sebagai pemilik warung.

Menurut sejumlah psikolog, korban penganiayaan seringkali mengalami gangguan stres pascatrauma (PTSD) yang membuat mereka sulit kembali ke tempat kejadian perkara. Gejala seperti yang dialami Karina, yaitu terus terbayang wajah pelaku dan ketakutan berulang, merupakan indikasi bahwa pendampingan psikologis sangat diperlukan untuk memulihkan kondisi mentalnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai status atau identitas pelaku. Namun, proses hukum yang tengah bergulir diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi Karina dan keluarganya. Terdepan.id akan terus memantau perkembangan kasus ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lidia-susanto

Editor Ekonomi Digital. Editor transformasi digital dan ekonomi digital.

Comments (0)

User