BEI Ingatkan Investor Jangan FOMO Ikuti Influencer

Pertumbuhan jumlah investor di pasar modal Indonesia terus menunjukkan tren positif. Data terbaru mencatat, investor domestik kini telah menembus angka lebih dari 28 juta entitas. Namun, Bursa Efek I

Jul 08, 2026 - 00:27
0 0
BEI Ingatkan Investor Jangan FOMO Ikuti Influencer

Pertumbuhan jumlah investor di pasar modal Indonesia terus menunjukkan tren positif. Data terbaru mencatat, investor domestik kini telah menembus angka lebih dari 28 juta entitas. Namun, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan, kuantitas semata tidak cukup untuk membangun pasar yang kokoh. Kualitas investor menjadi faktor penentu keberlanjutan dan stabilitas pasar modal nasional.

Direktur Pengembangan BEI, Jeffry Hendrik, dalam keterangannya kepada Terdepan.id menekankan pentingnya literasi keuangan di tengah lonjakan partisipasi masyarakat. Menurutnya, peningkatan jumlah investor harus dibarengi dengan peningkatan pemahaman terhadap produk investasi. Tanpa literasi yang memadai, investor justru rentan terhadap risiko kerugian akibat keputusan investasi yang emosional dan tidak rasional.

Bahaya FOMO dan Ikuti-ikutan

Salah satu kekhawatiran utama yang diungkapkan adalah fenomena FOMO—Fear of Missing Out—yang kerap mewarnai perilaku investor pemula. Banyak di antara mereka tergiur untuk membeli saham tertentu hanya karena melihat tren di media sosial atau mengikuti rekomendasi dari influencer yang belum tentu memiliki kompetensi dan rekam jejak yang jelas.

"Kami tidak ingin investor masuk ke pasar modal hanya karena takut ketinggalan tren. Pasar modal membutuhkan partisipan yang cerdas, yang memahami betul instrumen yang mereka beli dan risiko yang menyertainya. Jangan mudah terpengaruh ajakan influencer tanpa melakukan analisis mandiri," tegas Jeffry kepada Terdepan.id.

Jeffry menambahkan, keputusan investasi yang didasarkan pada sekadar ikut-ikutan tidak hanya merugikan investor secara individu, tetapi juga dapat menciptakan volatilitas yang tidak sehat di pasar. Ketika banyak investor bertransaksi berdasarkan sentimen sesaat, pergerakan harga saham menjadi jauh dari nilai fundamentalnya.

Pahami Profil Risiko Sebelum Membeli

Selain menghindari FOMO, BEI mendorong setiap calon investor untuk mengenali profil risiko diri sendiri dan profil risiko setiap saham yang diminati. Tidak semua saham cocok untuk semua tipe investor. Ada saham dengan volatilitas tinggi yang berpotensi memberikan keuntungan besar namun juga mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebaliknya, saham defensif cenderung lebih stabil namun dengan pertumbuhan yang lebih moderat.

Memahami hal-hal tersebut, menurut Jeffry, adalah langkah awal membangun portofolio yang sehat. Investor yang berkualitas adalah mereka yang mampu menyusun strategi investasi berdasarkan tujuan keuangan jangka panjang, bukan sekadar mengejar keuntungan instan.

Terdepan.id mencatat, BEI secara konsisten menggelar berbagai program edukasi dan sosialisasi guna meningkatkan literasi pasar modal. Upaya ini diharapkan mampu mencetak investor-investor tangguh yang menjadi fondasi kokoh bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan jumlah investor yang terus membengkak, kesadaran untuk belajar dan berhati-hati menjadi kunci agar tidak terjebak dalam jebakan FOMO yang merugikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
suwandi-tan

Editor Bisnis. Editor isu korporasi, M&A, dan sektor riil.

Comments (0)

User