Pertamax Naik, Pemerintah Sebut Sudah Berbulan-bulan Tahan Kenaikan

Jakarta, Terdepan.id – Pemerintah resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95). Penyesuaian harga ini diumumkan menyusul pergerak

Jul 08, 2026 - 00:54
0 0
Pertamax Naik, Pemerintah Sebut Sudah Berbulan-bulan Tahan Kenaikan

Jakarta, Terdepan.id – Pemerintah resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95). Penyesuaian harga ini diumumkan menyusul pergerakan harga minyak mentah dunia yang terus menunjukkan tren meningkat. Harga terbaru Pertamax melonjak dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter, sementara Pertamax Green naik dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter. Kebijakan ini langsung menuai perhatian publik karena besaran kenaikannya yang cukup signifikan.

Pemerintah melalui juru bicara yang dihubungi Terdepan.id menjelaskan bahwa kenaikan tersebut sebenarnya sudah tertunda selama beberapa bulan. Pemerintah menyebut telah menahan harga Pertamax dan Pertamax Green agar tetap terjangkau oleh masyarakat. Namun, seiring berjalannya waktu, selisih antara harga jual dan harga keekonomian semakin besar sehingga membebani anggaran subsidi dan kompensasi. Keputusan menaikkan harga ini pun diambil sebagai langkah realistis untuk menyeimbangkan kembali neraca keuangan negara.

Pemerintah Klaim Telah Menahan Harga Lebih Lama dari Negara Tetangga

Dalam penjelasannya, pemerintah menegaskan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi ini sejalan dengan mekanisme pasar. Menurut data yang dihimpun Terdepan.id, harga minyak dunia memang telah bergerak naik dalam beberapa bulan terakhir akibat berbagai faktor geopolitik dan peningkatan permintaan global. Pemerintah pun menilai, langkah serupa telah lebih dulu dilakukan oleh negara-negara tetangga yang juga menyesuaikan harga BBM domestik mereka.

“Selama berbulan-bulan kami menahan harga Pertamax dan Pertamax Green agar masyarakat dapat menikmati harga yang lebih rendah dari harga keekonomian. Namun, saat ini defisit subsidi semakin melebar sehingga diperlukan penyesuaian. Ini adalah keputusan yang berat, tetapi harus diambil demi menjaga keberlanjutan fiskal,” ujar juru bicara pemerintah kepada Terdepan.id.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah berusaha melindungi daya beli masyarakat selama mungkin, meski pada akhirnya kondisi global memaksa dilakukan penyesuaian. Pembandingan dengan negara-negara di kawasan juga dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa harga BBM di Indonesia pascakenaikan masih relatif terkendali dibandingkan beberapa negara tetangga yang sudah menaikkan harga lebih awal.

Dampak dan Imbauan Pemerintah

Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green yang cukup tajam ini dipastikan akan memengaruhi biaya transportasi dan distribusi barang. Pemerintah mengakui adanya potensi dampak berjenjang terhadap harga kebutuhan pokok. Untuk itu, pemerintah akan terus memantau perkembangan di lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga.

Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam memilih jenis BBM sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi kendaraan. Pemerintah juga mendorong penggunaan BBM bersubsidi seperti Pertalite bagi yang berhak, serta mempercepat transisi ke energi alternatif yang lebih ramah lingkungan. Pemerintah berjanji akan mengevaluasi kebijakan ini secara berkala dan siap melakukan penyesuaian jika kondisi pasar global kembali berubah signifikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
olivia-hartono

Reporter Pasar Modal. Reporter saham, obligasi, dan emiten.

Comments (0)

User