Azerbaijan Diam-diam Bantu Israel Perangi Iran
Sebuah laporan intelijen yang bocor ke media internasional mengungkap bahwa Azerbaijan, negara mayoritas Muslim Syiah di Kaukasus, telah memberikan bantuan
Sebuah laporan intelijen yang bocor ke media internasional mengungkap bahwa Azerbaijan, negara mayoritas Muslim Syiah di Kaukasus, telah memberikan bantuan rahasia kepada Israel dalam konfliknya melawan Iran. Kerja sama yang berlangsung senyap ini mencakup penyediaan akses pangkalan udara, pengumpulan intelijen, dan pengoperasian drone canggih yang ditujukan untuk melemahkan kemampuan militer dan nuklir Iran.
Latar Belakang Hubungan Azerbaijan-Israel
Hubungan diplomatik antara Azerbaijan dan Israel telah terjalin sejak 1992. Meskipun 97 persen penduduk Azerbaijan memeluk Islam Syiah, negara ini memilih jalur pragmatis dalam kebijakan luar negeri. Israel memasok hampir 70 persen kebutuhan senjata Azerbaijan, termasuk drone kamikaze Harop dan sistem rudal anti-pesawat. Sebagai imbalannya, Baku menjamin pasokan minyak yang stabil ke Tel Aviv dan mengizinkan kehadiran agen intelijen Mossad di wilayahnya.
Bantuan Konkret dalam Konflik Iran
Menurut sumber diplomatik yang enggan disebut namanya, Azerbaijan memberikan izin kepada Israel untuk menggunakan Pangkalan Udara Kyurdamir di selatan negara itu sebagai titik tolak bagi drone pengintai yang memonitor perbatasan Iran. Lebih lanjut, drone-daun tempur buatan Israel yang diluncurkan dari Azerbaijan dilaporkan turut menghancurkan fasilitas pengayaan uranium di Natanz pada April 2026, serangan yang semula diklaim Israel sebagai operasi dari wilayah udara Irak.
"Azerbaijan bertindak sebagai mata dan telinga Israel di perbatasan utara Iran. Mereka berbagi informasi tentang pergerakan pasukan Garda Revolusi dan membantu mengidentifikasi celah pertahanan udara Iran," ujar seorang analis keamanan Timur Tengah.
Reaksi Iran dan Ancaman Pembalasan
Teheran merespons bocoran ini dengan kemarahan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani, menyebut kerja sama itu sebagai "pengkhianatan yang akan diingat dalam sejarah umat Islam." Iran mengancam akan meninjau kembali seluruh perjanjian ekonomi dan keamanan dengan Baku, termasuk proyek transportasi Koridor Internasional Utara-Selatan yang vital bagi perekonomian Azerbaijan.
Sejumlah pejabat Iran bahkan mengisyaratkan kemungkinan serangan balasan melalui proksi milisi Syiah yang loyal kepada Teheran di kawasan Kaukasus selatan. Pasukan Garda Revolusi telah meningkatkan patroli di perbatasan sepanjang 689 kilometer yang berbatasan langsung dengan Azerbaijan.
Posisi Azerbaijan di Dunia Islam
Langkah Baku ini kontroversial di kalangan Muslim Syiah global. Organisasi Kerjasama Islam (OKI) menyerukan sesi darurat untuk membahas netralitas negara anggota. Sementara itu, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev membantah tuduhan tersebut dalam pidatonya, menyebut laporan itu sebagai "disinformasi untuk mengacaukan solidaritas Kaukasus." Namun, para pengamat meragukan bantahan ini, mengingat jejak digital drone Israel yang terdeteksi melalui satelit.
Analis geopolitik menilai, Azerbaijan mengambil risiko besar demi mempertahankan aliansi strategisnya dengan Israel, yang sejatinya didorong oleh kepentingan melawan musuh abadinya, Armenia, yang didukung Iran. Di sisi lain, rakyat Azerbaijan sendiri mulai mempertanyakan harga yang harus dibayar atas manuver berbahaya ini.
[SOCIAL_TWEET]: Bocoran intelijen ungkap Azerbaijan, negara Syiah, diam-diam beri akses pangkalan ke Israel untuk perangi Iran. Ancaman perang proksi membayangi Kaukasus. #Azerbaijan #Israel #Iran #Geopolitik [SOCIAL_TG]: 🔴 Rahasia terbongkar: Azerbaijan, negara Syiah, bantu Israel hantam Iran. Drone, intelijen, pangkalan—semua digunakan untuk lemahkan Teheran. Iran murka, ancam balas.
Comments (0)