Kemenkes Kaji Pembangunan RS Provinsi di Papua Pegunungan
Jakarta, Terdepan.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia tengah melakukan pengkajian mendalam terhadap rencana pembangunan rumah sakit pr
Jakarta, Terdepan.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia tengah melakukan pengkajian mendalam terhadap rencana pembangunan rumah sakit provinsi di kawasan Papua Pegunungan. Lokasi strategis yang dipertimbangkan adalah Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, yang dinilai mampu menjadi pusat layanan kesehatan rujukan bagi delapan kabupaten di wilayah tersebut.
Kronologi dan Latar Belakang
Gagasan pendirian rumah sakit provinsi ini bukanlah wacana baru. Sejak pemekaran Provinsi Papua Pegunungan sebagai Daerah Otonom Baru (DOB), kebutuhan akan fasilitas kesehatan tingkat provinsi menjadi prioritas utama. Kesenjangan akses layanan medis di wilayah pegunungan tengah Papua selama ini dipenuhi oleh puskesmas dan beberapa rumah sakit umum daerah berkapasitas terbatas.
- Fase Inisiasi (2023): Pemerintah pusat dan daerah mulai mendiskusikan urgensi pembangunan Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) di Papua Pegunungan.
- Fase Studi Kelayakan (2024-2025): Kemenkes mengirim tim teknis untuk melakukan asesmen kebutuhan, kondisi geografis, dan ketersediaan sumber daya manusia.
- Fase Pengkajian Akhir (2026): Kemenkes mengonfirmasi bahwa pengkajian pembangunan RS Provinsi Papua Pegunungan di Wamena telah memasuki tahap finalisasi.
Wamena sebagai Pusat Rujukan Strategis
Pemilihan Wamena sangat strategis karena aksesibilitasnya. Kota ini memiliki bandara yang melayani penerbangan reguler dari Jayapura, sehingga memungkinkan distribusi tenaga medis, obat, dan alat kesehatan. Delapan kabupaten yang akan terhubung meliputi Jayawijaya, Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, Nduga, Tolikara, Yahukimo, Yalimo, dan Pegunungan Bintang.
“Kami sedang mengkaji secara komprehensif pembangunan RS Provinsi untuk memperkuat layanan kesehatan rujukan. Dengan adanya rumah sakit ini, delapan kabupaten di Papua Pegunungan tidak perlu lagi merujuk pasien dengan jarak tempuh sangat jauh,” ujar Juru Bicara Kemenkes dalam keterangan resmi.
Manfaat dan Dampak Proyeksi
RSUP ini direncanakan memiliki minimal kelas B dengan fasilitas penanganan penyakit tropis, unit gawat darurat 24 jam, pelayanan ibu dan anak, serta laboratorium lengkap. Proyeksi manfaat meliputi penurunan angka kematian ibu melahirkan hingga 30 persen dan percepatan penanganan wabah malaria yang kerap melanda wilayah pegunungan.
- Fasilitas Rujukan Utama: Delapan kabupaten dapat mengakses layanan spesialistik tanpa ke luar provinsi.
- Penguatan SDM: Program beasiswa dokter spesialis akan diintegrasikan dengan operasional RS.
- Efisiensi Biaya: Pemangkasan biaya evakuasi udara yang selama ini membebani APBD kabupaten.
Langkah Berikutnya
Setelah pengkajian rampung, Kemenkes akan berkoordinasi dengan Bappenas untuk memasukkan proyek ini dalam perencanaan anggaran nasional. Konstruksi fisik ditargetkan dimulai pada kuartal ketiga 2027 dengan estimasi penyelesaian dua tahun. Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan sendiri telah menyiapkan lahan seluas lima hektare di kawasan Wamena Kota.
[SOCIAL_TWEET]: Kemenkes resmi kaji pembangunan RS Provinsi di Wamena, Papua Pegunungan! Delapan kabupaten segera punya pusat rujukan kesehatan yang lebih dekat dan layak. #KesehatanPapua #Wamena #KemenkesRI[SOCIAL_TG]: 🏥 Kemenkes kaji pembangunan RS Provinsi Papua Pegunungan di Wamena. Pusat rujukan untuk 8 kabupaten segera terwujud!
Comments (0)