AS Klaim Gencatan Senjata Israel-Hizbullah Disepakati, Lebanon Terus Diguncang Serangan

Beirut - Pemerintah Amerika Serikat mengklaim bahwa Israel dan kelompok Hizbullah telah mencapai kesepakatan gencatan senjata pada Jumat (19/06). Namun, pengumuman tersebut datang bersamaan dengan ge

Jul 08, 2026 - 00:15
0 0
AS Klaim Gencatan Senjata Israel-Hizbullah Disepakati, Lebanon Terus Diguncang Serangan

Beirut - Pemerintah Amerika Serikat mengklaim bahwa Israel dan kelompok Hizbullah telah mencapai kesepakatan gencatan senjata pada Jumat (19/06). Namun, pengumuman tersebut datang bersamaan dengan gempuran udara Israel yang intens di Lebanon selatan, yang menewaskan 47 orang dan menimbulkan pertanyaan serius tentang keberlangsungan kesepakatan.

Seorang pejabat tinggi AS yang enggan disebutkan namanya mengatakan kepada Terdepan.id bahwa kedua pihak telah sepakat untuk menghentikan permusuhan. "Kami menyambut baik komitmen ini dan mendesak semua pihak untuk menahan diri," ujarnya. Akan tetapi, situasi di lapangan masih jauh dari tenang.

Serangan Berlanjut Meski Ada Gencatan Senjata

Militer Israel membenarkan bahwa gencatan senjata telah mulai berlaku. Namun, hanya berselang beberapa saat, seorang juru bicara militer Israel menegaskan bahwa pasukannya akan "terus bergerak untuk melenyapkan ancaman yang datang seketika". Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Israel masih mengancam akan merespons setiap potensi serangan dari Hizbullah, meskipun gencatan senjata diklaim telah disepakati.

"Kami akan terus bergerak untuk melenyapkan ancaman yang datang seketika," tegas juru bicara militer Israel dalam keterangan yang dikutip Terdepan.id.

Serangan udara Israel di Lebanon selatan yang terjadi sebelum pengumuman gencatan telah menewaskan 47 orang, sebagian besar merupakan warga sipil. Sementara itu, Hizbullah juga melancarkan serangan yang menewaskan empat tentara Israel di wilayah Lebanon, menambah ketegangan yang sudah memanas.

Kesepakatan ini muncul di tengah kekhawatiran global bahwa konflik antara Israel dan Hizbullah dapat memicu perang yang lebih luas, termasuk potensi keterlibatan Iran sebagai pendukung utama Hizbullah. AS sendiri tengah berupaya meredakan konflik yang bisa merusak stabilitas kawasan, terutama setelah perang panjang antara AS dan Iran yang baru-baru ini mereda.

Analis politik Timur Tengah yang dihubungi Terdepan.id mengatakan, "Gencatan senjata ini sangat rapuh karena kedua belah pihak masih saling curiga dan tidak ada mekanisme pemantauan yang jelas. Setiap provokasi kecil bisa memicu kembali pertempuran."

Sementara itu, warga Lebanon selatan yang selamat dari serangan Israel mengaku trauma dan tidak percaya bahwa kekerasan akan berhenti. "Kami sudah terlalu sering mendengar kata 'gencatan' tetapi bom tetap berjatuhan," ujar salah seorang korban luka di rumah sakit setempat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Hizbullah terkait kesepakatan tersebut. Dunia internasional, melalui PBB, mendesak agar gencatan senjata dihormati dan akses kemanusiaan segera dibuka untuk para korban.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
suwandi-tan

Editor Bisnis. Editor isu korporasi, M&A, dan sektor riil.

Comments (0)

User