YTR Disiksa Taufik Hidayat di 4 Lokasi: Mata Dipukul Besi, Wajah Dipukul Helm
Terdepan.id, Bandung — Kepolisian Daerah Jawa Barat resmi menahan Taufik Hidayat (30), tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan berat terhadap seorang wanita berinisial YTR (29). Akibat penyiksa
Terdepan.id, Bandung — Kepolisian Daerah Jawa Barat resmi menahan Taufik Hidayat (30), tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan berat terhadap seorang wanita berinisial YTR (29). Akibat penyiksaan brutal yang dialaminya, korban kehilangan penglihatan total dan menderita cacat fisik permanen.
Penangkapan tersangka mengungkap fakta mengerikan tentang rentetan kekerasan sistematis. Taufik diduga menyiksa YTR di empat lokasi berbeda sejak tahun 2024. Perkenalan mereka bermula dari sebuah aplikasi kencan pada tahun yang sama. Kedekatan yang terjalin membuat keduanya memutuskan untuk tinggal bersama di sebuah rumah kos di wilayah Bandung.
Kehidupan bersama yang semula diwarnai asmara berubah menjadi penderitaan tak berkesudahan bagi YTR. Taufik, menurut hasil penyelidikan, kerap melakukan penyiksaan fisik secara sadis. Mata korban dipukul menggunakan besi hingga mengakibatkan kebutaan total. Tidak hanya itu, wajah YTR juga menjadi sasaran pukulan keras menggunakan helm yang menyebabkan luka serius dan mengubah struktur wajahnya secara permanen.
"Mereka kenalan dan merasa dekat. Lalu hidup satu rumah di dalam tempat kos," ujar Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Jumat (26/6/2026).
Pihak kepolisian masih terus mendalami motif di balik kekejaman yang dilakukan tersangka. Sementara itu, YTR saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka-luka berat yang dideritanya. Trauma psikologis juga menjadi tantangan besar dalam pemulihan korban.
Hingga berita ini diturunkan, Taufik Hidayat telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolda Jabar. Ia dijerat dengan pasal berlapis tentang penganiayaan berat dan penyekapan yang ancaman hukumannya maksimal penjara seumur hidup. Kasus ini menjadi pengingat kelam akan bahaya kekerasan dalam hubungan personal yang kerap tidak terdeteksi sejak dini.
Comments (0)