WNA Rusuh di Setiabudi Ternyata Pengungsi Somalia, Imigrasi Ungkap Motif Mereka
Jakarta - Masyarakat dan pekerja di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, belakangan resah dengan ulah sejumlah warga negara asing (WNA) yang kerap membuat keributan. Setelah diselidiki, Kantor Imigras
Jakarta - Masyarakat dan pekerja di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, belakangan resah dengan ulah sejumlah warga negara asing (WNA) yang kerap membuat keributan. Setelah diselidiki, Kantor Imigrasi Jakarta Selatan mengungkap bahwa para WNA tersebut adalah pengungsi asal Somalia, Afrika.
Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, Rian Kasim, menjelaskan bahwa keributan yang viral di media sosial itu dipicu oleh frustasi para pengungsi terhadap proses penempatan mereka. Mereka mendesak Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) agar segera mempercepat pengiriman ke negara ketiga.
Pengungsi Frustasi Tunggu Kepastian
Menurut Rian, para pengungsi Somalia tersebut telah lama berada di Indonesia dalam status pencari suaka yang menunggu proses resettlement dari UNHCR. "Mereka ini memang pengungsi yang mendesak ke pihak UNHCR agar segera dikirimkan ke negara ketiga," ujarnya dalam keterangan kepada Terdepan.id, Jumat (26/6/2026).
"Mereka ini memang pengungsi yang mendesak ke pihak UNHCR agar segera dikirimkan ke negara ketiga."
Keributan yang terjadi di sekitar Setiabudi bukan pertama kalinya. Warga setempat mengaku sudah beberapa kali melihat para pengungsi berkumpul dan meluapkan emosi, bahkan sesekali mengganggu ketertiban umum. Pihak Imigrasi sendiri tidak memiliki kewenangan langsung untuk menyelesaikan permasalahan penempatan pengungsi, karena hal itu sepenuhnya menjadi ranah UNHCR.
Sementara itu, Indonesia bukan negara pihak dalam Konvensi Pengungsi 1951. Namun, sebagai negara transit, Indonesia kerap menjadi tempat singgah para pengungsi yang menanti kepastian dari UNHCR. Kondisi ini tak jarang memicu gesekan sosial ketika rasa frustasi pengungsi memuncak.
Sejumlah video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan para pengungsi Somalia itu berteriak-teriak dan menghalangi jalan kecil di kawasan Setiabudi. Beberapa pekerja kantoran yang melintas mengaku sempat dihadang dan bahkan dimintai sejumlah uang. Kejadian ini sontak membuat resah warga dan pengguna jalan.
Seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengatakan,
"Kami kasihan dengan nasib mereka, tapi kalau sudah mengganggu ketertiban dan membuat takut, itu sudah tidak bisa ditoleransi. Kami berharap pihak berwenang segera menertibkan."
Pihak Imigrasi Jakarta Selatan berkoordinasi dengan UNHCR dan aparat keamanan setempat untuk mengantisipasi kejadian serupa. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melaporkan jika ada gangguan yang meresahkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari UNHCR terkait percepatan penempatan pengungsi Somalia tersebut.
Comments (0)