Rumah yang Ambruk di Pinggir Kali Benhil Sudah Miring Seminggu Sebelum Longsor
Jakarta — Peristiwa ambruknya sebuah rumah di Jalan Administrasi Negara I, kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2026) pagi, menyisakan cerita mengenai tanda-tanda yang sebenarnya sud
Jakarta — Peristiwa ambruknya sebuah rumah di Jalan Administrasi Negara I, kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2026) pagi, menyisakan cerita mengenai tanda-tanda yang sebenarnya sudah terlihat sejak sepekan sebelumnya. Pemilik rumah, Ali Nugroho (43), mengungkapkan bahwa bangunan tempat tinggalnya itu mulai menunjukkan kemiringan pada Jumat (19/6/2026) pagi, atau tepat seminggu sebelum akhirnya longsor.
Laporan Warga dan Dugaan Penyebab
Ali menceritakan kepada media kami, Terdepan.id, di lokasi kejadian, bahwa pergeseran tanah yang menyebabkan rumahnya miring hingga ambruk itu diduga kuat imbas dari aktivitas normalisasi Kali Ciliwung yang berlangsung di sekitar permukiman. “Itu mungkin baru terjadi itu di tanggal 19 pagi, Jumat lalu, itu mulai bergeser,” ujar Ali saat ditemui di sela-sela evakuasi.
“Itu mungkin baru terjadi itu di tanggal 19 pagi, Jumat lalu, itu mulai bergeser.”
Rumah yang berdiri sejak tahun 2004 itu semula berupa bangunan satu lantai. Kemudian pada tahun 2006, Ali merenovasinya menjadi dua lantai untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Selama bertahun-tahun, rumah tersebut tidak pernah mengalami masalah struktur berarti. Namun, setelah proyek normalisasi sungai semakin intensif di sekitar bantaran kali, perlahan kondisi tanah di bawah pondasi mulai berubah.
Evakuasi dan Penanganan
Ali menjelaskan bahwa saat menyadari kemiringan pada 19 Juni, ia segera melaporkan ke pihak terkait dan mulai mengurangi aktivitas di dalam rumah. Beruntung, saat kejadian longsor pagi tadi, seluruh penghuni sudah mengungsi sehingga tidak ada korban jiwa. Kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah karena seluruh bangunan bagian belakang runtuh ke arah kali. Petugas gabungan dari kelurahan, kepolisian, dan tim penanggulangan bencana kota langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan serta assessment lanjutan. Area di sekitar rumah yang ambruk pun dipasangi garis pembatas agar warga tidak mendekat.
Pantauan Terdepan.id di lapangan, satu unit alat berat sudah disiagakan untuk membersihkan puing-puing bangunan yang menutup sebagian sempadan kali. Proses normalisasi Kali Ciliwung di segmen tersebut untuk sementara dihentikan menunggu hasil evaluasi dari dinas terkait. Warga sekitar berharap ada langkah cepat dari pemerintah untuk menangani potensi longsor susulan di sepanjang bantaran yang masih dihuni puluhan kepala keluarga.
Sementara itu, Ali dan keluarganya untuk sementara tinggal di rumah kerabat di kawasan Tanah Abang. Ia mengaku masih syok dan berharap ada perhatian dari pemerintah kota untuk bantuan tempat tinggal sementara serta kompensasi atas musibah yang diduga dipicu proyek normalisasi tersebut. Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Sumber Daya Air Jakarta Pusat belum memberikan keterangan resmi.
Comments (0)