Vloger Nekat Suap Polisi Saat Ditilang di Kawasan Puncak, Ditolak Mentah-mentah
Sebuah video yang menampilkan aksi seorang pembuat konten saat diberhentikan petugas di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat, viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, vloger berinisial FF kedap
Sebuah video yang menampilkan aksi seorang pembuat konten saat diberhentikan petugas di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat, viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, vloger berinisial FF kedapatan mencoba melakukan praktik suap kepada polisi yang tengah menilang kendaraannya. Upaya itu dilakukan agar ia lolos dari sanksi lalu lintas, namun permintaan tersebut langsung ditolak tegas oleh anggota di lapangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Terdepan.id, peristiwa itu terjadi ketika FF mengendarai sepeda motor Yamaha Rx King melintasi Jalan Raya Puncak. Petugas Satlantas setempat kemudian menghentikan kendaraan tersebut karena diduga tidak dilengkapi dokumen yang sah. Saat diminta menunjukkan surat-surat kendaraan, FF justru mencoba bernegosiasi dengan menawarkan sejumlah uang agar urusan bisa diselesaikan secara "damai" di tempat.
"Kami menolak tegas setiap bentuk suap. Anggota sudah dibekali integritas tinggi dan selalu mengedepankan tindakan humanis, tetapi tetap profesional sesuai aturan yang berlaku," ujar seorang perwira yang enggan disebutkan identitasnya saat dikonfirmasi Terdepan.id.
Dalam video yang diunggah melalui akun pribadi sang vloger dan kemudian tersebar luas, tampak polisi meminta FF menunjukkan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Hal ini dilakukan karena pemotor tidak dapat memperlihatkan STNK yang sah. Polisi menduga kendaraan yang dikendarainya belum didaftarkan ulang atau mengalami perubahan spesifikasi yang tidak sesuai dengan data resmi. FF sendiri terlihat kebingungan dan akhirnya hanya bisa menuruti arahan petugas tanpa perlawanan berarti setelah upaya suapnya gagal.
Kepala Satlantas Polres Bogor melalui pesan singkat kepada Terdepan.id membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menekankan bahwa anggota di lapangan bertindak sesuai prosedur dan menolak segala bentuk pemberian yang melanggar hukum. "Tidak ada toleransi untuk suap. Penindakan dilakukan murni demi keselamatan dan ketertiban bersama, terutama di kawasan wisata Puncak yang kerap dipadati pengunjung," tegasnya.
Kawasan Jalan Raya Puncak sendiri memang menjadi salah satu titik rawan pelanggaran lalu lintas, terutama pada akhir pekan. Banyak pengendara, termasuk pembuat konten, kerap mengabaikan kelengkapan surat dan modifikasi kendaraan demi konten video. Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran bagi para pengguna jalan lain agar selalu mematuhi aturan dan tidak mencoba-coba melakukan tindakan yang dapat berujung pidana, seperti percobaan penyuapan terhadap petugas.
Hingga berita ini diturunkan, video tersebut masih ramai diperbincangkan warganet. Banyak yang mengapresiasi ketegasan polisi sekaligus menyayangkan aksi vloger yang dianggap mencoreng citra komunitas pengendara. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika menemukan oknum yang mencoba suap melalui saluran pengaduan resmi.
Comments (0)