Ungkap Dugaan Rekayasa Keuangan, Danantara Mulai Bersih-bersih PT Pos
Jakarta - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia memulai langkah pembersihan menyeluruh di PT Pos Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk menuntaskan berbagai persoalan keuangan dan tat
Jakarta - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia memulai langkah pembersihan menyeluruh di PT Pos Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk menuntaskan berbagai persoalan keuangan dan tata kelola yang telah mengendap selama bertahun-tahun, termasuk adanya indikasi dugaan rekayasa keuangan yang berpotensi merugikan perusahaan.
Komitmen Kembalikan Kesehatan Perusahaan
Menurut laporan Terdepan.id, Danantara ingin mengembalikan PT Pos Indonesia menjadi perusahaan yang sehat, profesional, akuntabel, dan berintegritas. Dengan fondasi yang kuat, BUMN ini diharapkan mampu menjalankan mandatnya secara optimal bagi masyarakat, terutama dalam menjaga konektivitas dan layanan pos di seluruh pelosok tanah air.
Managing Director Stakeholders Management & Communications Rohan Hafas menegaskan, Danantara tidak akan memberikan ruang bagi praktik yang merusak tata kelola perusahaan. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa integritas adalah harga mati dalam pengelolaan aset negara.
"Kami tidak akan mentoleransi praktik-praktik yang menyimpang dari prinsip tata kelola yang baik. Jika ada indikasi pelanggaran, kami akan bertindak tegas. Ini adalah bagian dari komitmen Danantara untuk memastikan setiap BUMN yang kami kelola benar-benar bersih dan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat," ujar Rohan Hafas, Kamis (17/7/2025).
Sumber Terdepan.id menyebutkan, tim investigasi internal Danantara telah melakukan audit forensik terhadap laporan keuangan PT Pos selama beberapa tahun terakhir. Diduga kuat terdapat manipulasi pencatatan pendapatan dan piutang yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Temuan awal menunjukkan adanya sejumlah transaksi fiktif dan penggelembungan aset yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Langkah penelusuran ini merupakan bagian dari upaya Danantara membersihkan portofolio BUMN yang berada di bawah pengelolaannya. Selain PT Pos Indonesia, badan investasi ini juga tengah meninjau kinerja keuangan beberapa perusahaan pelat merah lainnya untuk memastikan tidak ada penyimpangan serupa. Jika indikasi rekayasa keuangan terbukti, Danantara akan menyerahkan temuan tersebut kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti secara pidana.
PT Pos Indonesia memiliki peran strategis dalam rantai logistik nasional dan layanan keuangan inklusif di pelosok negeri. Oleh karena itu, pemulihan tata kelola yang baik menjadi prioritas utama Danantara agar perusahaan dapat terus memberikan layanan prima kepada masyarakat tanpa dibayangi persoalan internal. Dengan bersihnya manajemen dari praktik curang, diharapkan kepercayaan publik dan mitra usaha terhadap PT Pos Indonesia kembali pulih, sekaligus memperkuat pilar transformasi BUMN yang dicanangkan pemerintah.
Comments (0)