Turki Tangkap 200 Orang Lebih Jelang KTT NATO

Pihak berwenang Turki melakukan operasi penangkapan besar-besaran pada Selasa (23/6/2026) dengan menahan lebih dari 200 orang yang diduga terkait dengan kelompok ISIS dan organisasi sayap kiri ekstre

Jul 08, 2026 - 19:28
0 0
Turki Tangkap 200 Orang Lebih Jelang KTT NATO

Pihak berwenang Turki melakukan operasi penangkapan besar-besaran pada Selasa (23/6/2026) dengan menahan lebih dari 200 orang yang diduga terkait dengan kelompok ISIS dan organisasi sayap kiri ekstrem yang dilarang. Operasi ini digelar menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO yang akan berlangsung di Ankara.

Kantor kejaksaan Ankara menyatakan 209 orang telah ditahan di Ankara, sementara 32 orang lainnya masih buron.

Dari total tahanan, 185 orang di antaranya diduga menjadi anggota dari beberapa organisasi sayap kiri ekstrem yang telah ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh Ankara. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Revolutionary People's Liberation Party-Front (DHKP-C), sebuah kelompok yang selama ini mengklaim bertanggung jawab atas berbagai serangan di Turki.

DHKP-C merupakan organisasi militan berhaluan Marxis-Leninis yang telah dinyatakan sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Kelompok ini terkenal dengan serangan bom bunuh diri dan penyerangan bersenjata yang menargetkan fasilitas keamanan serta kepentingan asing di Turki. Keberadaan KTT NATO di Ankara diyakini memicu kekhawatiran akan potensi aksi teror, sehingga aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pembersihan dini.

KTT NATO yang sedianya digelar di Ankara akan dihadiri oleh para pemimpin negara anggota aliansi pertahanan tersebut, termasuk Presiden Amerika Serikat dan pemimpin Eropa. Pertemuan ini dijadwalkan membahas isu keamanan global, perang di Ukraina, serta perluasan aliansi ke kawasan Indo-Pasifik. Penangkapan massal ini menunjukkan upaya keras Turki untuk mengamankan jalannya pertemuan penting tersebut dari ancaman terorisme domestik maupun transnasional.

Selain DHKP-C, otoritas Turki menyebut beberapa kelompok lain yang juga menjadi target operasi, meskipun tidak merinci nama-nama organisasi tersebut. Pihak keamanan menegaskan bahwa operasi akan terus berlanjut untuk memburu 32 tersangka yang masih buron.

Menteri Dalam Negeri Turki, dalam pernyataan terpisah, menyatakan bahwa negara tidak akan menoleransi segala bentuk ancaman terhadap keamanan nasional, terutama menjelang acara internasional strategis seperti KTT NATO. "Kami akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan keamanan tamu-tamu negara kami dan warga kami sendiri," ujarnya seperti dikutip Terdepan.id.

Turki memiliki sejarah panjang dalam memerangi kelompok teror, baik dari sayap kiri ekstrem, nasionalis Kurdi seperti PKK, maupun jaringan jihadis global. Negara ini juga sempat menjadi basis transit utama para militan asing menuju Suriah dan Irak, sehingga penegakan hukum terhadap sel-sel tidur ISIS terus menjadi prioritas. Penangkapan massal menjelang KTT besar bukanlah hal baru di Turki. Sebelum KTT G20 di Antalya pada 2015 dan pertemuan NATO di Istanbul sebelumnya, aparat keamanan Turki juga melakukan operasi serupa untuk menekan potensi gangguan keamanan. Dengan adanya operasi ini, diharapkan KTT NATO di Ankara dapat berjalan lancar tanpa insiden berarti.

(Terdepan.id)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
toni-kurniadi

Reporter Fintech. Reporter fintech dan pembayaran digital.

Comments (0)

User