Tren Mobil Listrik Global Meledak, Kok Bisa?

Jakarta, Terdepan.id — Transformasi industri otomotif dunia menuju elektrifikasi berlangsung lebih cepat dari perkiraan semula. Dalam enam tahun, penjualan mobil listrik secara global meningkat sep

Jul 08, 2026 - 00:09
0 0
Tren Mobil Listrik Global Meledak, Kok Bisa?

Jakarta, Terdepan.id — Transformasi industri otomotif dunia menuju elektrifikasi berlangsung lebih cepat dari perkiraan semula. Dalam enam tahun, penjualan mobil listrik secara global meningkat sepuluh kali lipat, menandai pergeseran besar dari mesin pembakaran internal ke motor bertenaga baterai.

Ledakan Penjualan dalam Enam Tahun

Data yang dihimpun Terdepan.id menunjukkan bahwa pada 2019, hanya 1 persen dari seluruh mobil baru yang terjual di dunia merupakan mobil listrik. Angka itu melesat menjadi 25 persen pada 2025, atau setara sekitar 21 juta unit. Puncaknya, pada Mei 2026, penetrasi mobil listrik di Tiongkok bahkan sudah mencapai 63 persen dari penjualan mobil baru.

Saat ini, dari total 1,4 miliar mobil yang beroperasi di seluruh dunia, sekitar 85 juta unit di antaranya adalah kendaraan listrik. Pertumbuhan luar biasa ini tidak terlepas dari kombinasi kebijakan pendukung, penurunan harga baterai, serta perluasan infrastruktur pengisian daya.

China Jadi Kunci Dominasi Pasar

China menjadi motor utama revolusi ini. Negeri Tirai Bambu telah bertahun-tahun menggelontorkan investasi besar-besaran dalam teknologi energi terbarukan, seperti tenaga surya dan angin, serta ke dalam riset dan produksi baterai—komponen paling vital bagi mobilitas listrik.

"Berkat penelitian terdepan dan skala produksi massal, harga baterai kini hanya seperempat dari harga satu dekade lalu," demikian laporan yang diterima Terdepan.id.

Penurunan biaya baterai inilah yang menjadi katalis utama. Sepuluh tahun silam, harga baterai masih menjadi ganjalan besar bagi adopsi mobil listrik. Kini, produsen mampu menawarkan harga yang semakin kompetitif, mendorong konsumen dari berbagai segmen beralih ke kendaraan tanpa emisi.

Harga Baterai Anjlok Drastis

Produsen baterai di China, seperti CATL dan BYD, berhasil menekan biaya lewat inovasi material dan otomatisasi lini produksi. Biaya per kWh yang dulu mencapai ratusan dolar AS, sekarang tinggal sekitar seperempatnya. Akibatnya, mobil listrik tidak lagi sekadar simbol gaya hidup futuristik, melainkan pilihan ekonomis yang rasional bagi keluarga dan armada komersial.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Ketersediaan mineral kritis seperti litium, nikel, dan kobalt masih menjadi isu rantai pasok. Namun, dengan percepatan daur ulang baterai dan pengembangan teknologi solid-state, para analis optimistis bahwa tren kenaikan ini akan terus berlanjut dan meluas ke seluruh penjuru dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
grace-winata

Editor Investasi. Editor panduan investasi dan produk finansial.

Comments (0)

User