Siapa Bisa Jebol Spanyol?
Benteng Kokoh La Roja di Piala Dunia 2026 Spanyol melaju ke perempatfinal Piala Dunia 2026 dengan catatan yang nyaris sempurna: belum sekalipun gawang mereka kebobolan. Dalam empat pertandingan ya
Benteng Kokoh La Roja di Piala Dunia 2026
Spanyol melaju ke perempatfinal Piala Dunia 2026 dengan catatan yang nyaris sempurna: belum sekalipun gawang mereka kebobolan. Dalam empat pertandingan yang telah dilakoni, kiper Unai Simon dan barisan pertahanan yang dikawal Pau Cubarsi serta Aymeric Laporte sukses meredam seluruh serangan lawan. Total, mereka mencatatkan empat clean sheet beruntun — sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi dalam sejarah partisipasi Spanyol di putaran final Piala Dunia modern.
Statistik menunjukkan dominasi defensif tim asuhan Luis de la Fuente itu. Dari 38 tembakan yang dilepaskan lawan ke arah gawang Spanyol, hanya 11 yang tepat sasaran, dan seluruhnya berhasil ditepis atau diblok. Rasio tekel sukses mencapai 78 persen, sementara intersep di sepertiga akhir lapangan menjadi kunci transisi cepat menyerang yang telah menghasilkan 10 gol. Para pengamat menyebut permainan Spanyol kali ini tidak hanya indah secara penguasaan bola, tetapi juga sangat pragmatis dalam mematikan ancaman lawan.
"Kami tidak hanya ingin mencetak gol, kami ingin menjadi tim yang sulit ditembus. Inilah fondasi untuk menjadi juara," ujar Rodri, gelandang bertahan Spanyol, dalam konferensi pers jelang laga.
Belgia dan Misi Memecah Tembok
Di babak perempatfinal, Spanyol akan berhadapan dengan Belgia — laga yang langsung memunculkan pertanyaan besar: bisakah Romelu Lukaku dan rekan-rekannya menjadi tim pertama yang menjebol gawang Tim Matador di turnamen ini? Belgia datang dengan reputasi sebagai salah satu lini depan paling tajam. Lukaku, yang sudah mengoleksi empat gol sepanjang turnamen, menjadi tumpuan utama. Dukungan dari Kevin De Bruyne sebagai pengatur serangan, serta kecepatan Jeremy Doku dan Leandro Trossard di sayap, menjadikan lini ofensif Belgia sebagai ujian terberat bagi pertahanan Spanyol.
Namun, Belgia bukan tanpa celah. Dalam pertandingan babak 16 besar melawan Kroasia, mereka membutuhkan perpanjangan waktu dan sedikit keberuntungan untuk menang 2-1. Pertahanan yang dikomandoi Wout Faes kerap kali goyah saat menghadapi bola-bola lambung dan pergerakan tanpa bola. Ini bisa menjadi celah yang siap dieksploitasi oleh Alvaro Morata dan Nico Williams yang dikenal lincah di kotak penalti.
Dari segi rekor pertemuan, kedua tim memiliki sejarah yang ketat. Dalam lima duel terakhir di ajang resmi, Spanyol unggul tipis dengan dua kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan. Pertemuan terakhir terjadi di UEFA Nations League 2023, di mana Spanyol menang 2-1 lewat gol telat Joselu. Faktor psikologis bisa bermain, namun di atas kertas, Spanyol tetap lebih diunggulkan karena konsistensi permainan mereka.
Para analis memperkirakan bahwa kunci pertandingan akan terletak pada duel di lini tengah. Pertarungan antara Rodri dan De Bruyne dalam mengontrol ritme permainan akan sangat menentukan. Jika Spanyol mampu memutus aliran bola ke Lukaku, maka Belgia berpotensi besar frustrasi — dan benteng La Roja bisa tetap berdiri tegak.
Laga yang dijadwalkan berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, ini diprediksi akan menjadi salah satu pertandingan paling menarik di fase gugur. Akankah Spanyol kembali menorehkan clean sheet dan melaju ke semifinal, atau justru Belgia yang akan mengakhiri rekor tak kebobolan tersebut? Jawabannya akan tersaji selama 90 menit — dan mungkin lebih.
Simak terus perkembangan Piala Dunia 2026 hanya di Terdepan.id, sumber terpercaya untuk berita dan analisis mendalam dari panggung sepak bola dunia.
Comments (0)