Tarumajaya, Terdepan.id – Taman di kawasan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, kini berubah wajah menjadi tempat pembuangan sampah liar yang memprihatinkan. Ruang terbuka hijau yang selama ini menjadi paru-paru warga dan tempat bersantai keluarga, perlahan tertutup timbunan limbah rumah tangga. Kondisi darurat sampah ini kian meresahkan warga sekitar.
Fungsi Taman Bergeser Jadi Kubangan Sampah Berdasarkan laporan dan pantauan di lapangan, taman yang sebelumnya tertata rapi dengan pepohonan dan area duduk kini dipenuhi berbagai jenis sampah. Mul
Fungsi Taman Bergeser Jadi Kubangan Sampah
Berdasarkan laporan dan pantauan di lapangan, taman yang sebelumnya tertata rapi dengan pepohonan dan area duduk kini dipenuhi berbagai jenis sampah. Mulai dari plastik kemasan, sisa makanan, pakaian bekas, hingga perabotan rumah tangga yang sudah tidak terpakai menumpuk begitu saja. Bau menyengat tak terhindarkan, terutama saat siang hari. Sejumlah titik bahkan sudah menggunung seperti bukit sampah mini yang mengganggu estetika dan kesehatan lingkungan.
Salah satu warga setempat, Suryadi, mengungkapkan keprihatinannya. Ia mengaku taman tersebut dulunya menjadi tempat favorit anak-anak bermain dan warga berolahraga ringan di pagi atau sore hari. Kini, menurutnya, tak ada lagi ruang nyaman untuk bernapas segar di tengah permukiman padat.
“Dulu kami sering ke sini bareng keluarga. Sekarang malah jadi sumber penyakit. Sampah numpuk terus, tidak ada yang mengangkut. Kami sudah lapor ke RT, tapi belum ada solusi jelas,” ujar Suryadi saat ditemui di lokasi, Sabtu (22/3/2026).
Minimnya Layanan Sampah Jadi Pemicu
Kondisi ini diduga kuat dipicu oleh minimnya layanan pengangkutan sampah dari wilayah setempat. Sejumlah warga mengaku belum mendapatkan jadwal rutin pengambilan sampah dari petugas kebersihan, sehingga taman menjadi solusi singkat yang salah kaprah. Beberapa oknum bahkan sengaja membuang sampah pada malam hari untuk menghindari teguran.
Kepala Lingkungan setempat, yang enggan disebutkan namanya, membenarkan adanya peningkatan volume sampah di titik tersebut. Ia menyebut wilayahnya memang belum memiliki Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang representatif. Pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi untuk mencari jalan keluar.
“Kami akui ini sudah darurat. Kami tidak bisa kerja sendiri. Harus ada gerakan bersama dari warga dan dukungan alat berat dari dinas untuk membersihkan taman ini,” katanya.
Ancaman Kesehatan dan Lingkungan
Ahli kesehatan lingkungan dari Universitas setempat yang dihubungi secara terpisah mengingatkan bahwa tumpukan sampah terbuka seperti ini berpotensi menjadi sarang vektor penyakit seperti lalat, tikus, dan nyamuk. Risiko diare, demam berdarah, hingga infeksi saluran pernapasan bisa meningkat jika tidak segera ditangani. Selain itu, limbah cair yang meresap ke tanah dikhawatirkan mencemari air sumur warga di sekitar taman.
Keprihatinan serupa disampaikan oleh pegiat lingkungan yang mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan aksi pembersihan massal. Mereka menilai fungsi taman sebagai ruang hijau publik harus dikembalikan, bukan malah menjadi TPS ilegal permanen.
Warga Tunggu Langkah Nyata
Hingga saat ini, warga masih menunggu realisasi janji pembersihan dari pihak terkait. Mereka berharap ada pemasangan rambu larangan membuang sampah, penambahan fasilitas TPS terdekat, dan penegakan sanksi bagi pelanggar. Taman yang seharusnya menjadi simbol kehidupan justru kini menjadi cermin darurat sampah yang membutuhkan perhatian serius semua pihak.
Tim Terdepan.id akan terus memantau perkembangan penanganan taman di Tarumajaya ini dan mendorong transparansi dari pemerintah daerah dalam menyelesaikan masalah sampah yang sudah berada di ambang kritis.
Comments (0)