Elektrifikasi KRL Green Line Ditarget Rampung 2027

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan proyek peningkatan daya listrik aliran atas (LAA) atau elektrifikasi jalur Kereta Rel Listrik (KRL) Tanah Abang–Rangkasbitung—yang dikenal sebagai G

Jul 08, 2026 - 08:13
0 0
Elektrifikasi KRL Green Line Ditarget Rampung 2027

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan proyek peningkatan daya listrik aliran atas (LAA) atau elektrifikasi jalur Kereta Rel Listrik (KRL) Tanah Abang–Rangkasbitung—yang dikenal sebagai Green Line—rampung pada 2027. Proyek ini menjadi bagian dari strategi modernisasi transportasi publik berbasis rel di kawasan Jabodetabek dan sekitarnya, sekaligus upaya mengurangi ketergantungan pada moda kereta diesel di lintas tersebut.

Jalur Tanah Abang–Rangkasbitung sepanjang kurang lebih 73 kilometer saat ini masih dilayani sebagian oleh KRL dengan pasokan listrik dari pantograf, namun terdapat seksi yang belum sepenuhnya teraliri listrik secara optimal. Kemenhub akan memperkuat infrastruktur kelistrikan rel melalui pemasangan dan peningkatan jaringan LAA agar seluruh segmen dapat dialiri tenaga listrik yang stabil. Dengan kelistrikan penuh, rangkaian KRL dapat beroperasi tanpa perlu beralih ke lokomotif diesel, sehingga frekuensi dan keandalan perjalanan meningkat.

Cakupan Proyek dan Jadwal

Proyek elektrifikasi Green Line meliputi pembangunan gardu traksi, penambahan tiang listrik aliran atas, serta penggantian dan penyesuaian kabel kontak di sepanjang koridor. Selain itu, akan dilakukan penguatan sistem persinyalan dan telekomunikasi untuk mendukung operasi kereta listrik yang lebih padat. Kemenhub menargetkan seluruh pekerjaan konstruksi dan uji coba dapat diselesaikan paling lambat tahun 2027, sehingga pada tahun yang sama layanan KRL sepenuhnya bertenaga listrik dapat dinikmati penumpang dari Tanah Abang hingga Rangkasbitung.

Dalam pelaksanaannya, proyek ini akan dilakukan secara bertahap tanpa mengganggu operasional kereta yang sudah berjalan. Tim teknis akan bekerja pada jam-jam minim perjalanan untuk meminimalkan dampak terhadap penumpang. Koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan para pemangku kepentingan terus dilakukan agar target waktu bisa tercapai.

Dampak bagi Pengguna dan Lingkungan

Elektrifikasi penuh lintas Green Line diyakini akan membawa sejumlah manfaat signifikan. Dari sisi operasional, headway atau jarak antar keberangkatan kereta bisa dipersingkat karena KRL listrik memiliki akselerasi lebih baik dibandingkan kereta rel diesel. Ini berarti kapasitas angkut meningkat dan waktu tunggu penumpang lebih pendek. Bagi penumpang harian yang menggantungkan mobilitas pada rute Tanah Abang, Serpong, Parung Panjang, hingga Rangkasbitung, hal ini akan sangat terasa.

“Proyek ini bukan sekadar mengganti sumber tenaga, melainkan bagian dari transformasi besar layanan KRL Jabodetabek yang lebih bersih, cepat, dan nyaman. Dengan elektrifikasi penuh, emisi karbon dari sektor transportasi rel dapat ditekan secara signifikan,” ujar seorang pejabat Kemenhub saat ditemui di sela pemantauan proyek.

Dari sisi lingkungan, peralihan dari kereta diesel ke listrik akan mengurangi konsumsi bahan bakar minyak dan emisi gas buang. Sejalan dengan komitmen pemerintah menuju transportasi hijau, proyek ini menjadi salah satu pilar pengembangan angkutan massal perkotaan yang rendah emisi. Setelah Green Line sepenuhnya terelektrifikasi, di masa mendatang bukan tidak mungkin seluruh lintas KRL di Jabodetabek akan mengadopsi sistem serupa.

Laporan Terdepan.id mencatat, antusiasme pengguna KRL terhadap rencana ini cukup tinggi. Sejumlah komunitas penumpang menyambut baik percepatan elektrifikasi karena akan menghilangkan gangguan teknis yang kerap muncul pada kereta diesel, sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih hening dan minim getaran. Dengan target 2027 yang sudah dicanangkan, publik kini tinggal menanti realisasi proyek strategis yang akan mengubah wajah transportasi rel di koridor barat Jabodetabek. Demikian laporan Terdepan.id.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lidia-susanto

Editor Ekonomi Digital. Editor transformasi digital dan ekonomi digital.

Comments (0)

User