Tak Hanya Sekolah Negeri, Pemkot Pekanbaru Gratiskan SMP Swasta hingga MTs

Terdepan.id, Pekanbaru – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru kembali mempertegas komitmennya dalam memutus rantai putus sekolah. Kali ini, program pendidikan gratis tidak lagi terbatas pada bangku

Jul 07, 2026 - 23:51
0 0
Tak Hanya Sekolah Negeri, Pemkot Pekanbaru Gratiskan SMP Swasta hingga MTs

Terdepan.id, Pekanbaru – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru kembali mempertegas komitmennya dalam memutus rantai putus sekolah. Kali ini, program pendidikan gratis tidak lagi terbatas pada bangku sekolah negeri. Melalui Program Zero Putus Sekolah, seluruh biaya pendidikan bagi siswa yang diterima di sejumlah SMP swasta dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) mitra pemkot akan ditanggung penuh oleh pemerintah daerah.

Kebijakan ini langsung disampaikan oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, dalam keterangan persnya pada Rabu (24/6/2026). Ia menekankan bahwa tidak boleh ada satu pun anak di kota ini yang gagal melanjutkan pendidikan hanya karena himpitan ekonomi atau keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

Jaring Pengaman bagi Siswa Tak Tertampung

Agung menjelaskan, program ini hadir untuk menjawab keresahan orang tua yang kerap cemas saat anaknya tidak lulus seleksi masuk SMP negeri. Daya tampung yang terbatas di sekolah negeri tak lagi menjadi momok. Pemkot telah menggandeng puluhan satuan pendidikan swasta yang memenuhi standar mutu untuk menjadi bagian dari skema pembiayaan ini.

“Jadi orang tua tidak perlu risau soal biaya sekolah anak. Kalau tidak lulus atau tidak tertampung di sekolah negeri, bisa masuk ke sekolah swasta yang sudah bekerja sama dengan Pemko Pekanbaru dan biayanya ditanggung penuh oleh pemerintah,” ujar Agung seperti dikutip Terdepan.id.

“Tidak boleh lagi ada anak yang putus sekolah karena alasan biaya. Kami ingin memastikan setiap anak di Pekanbaru mendapatkan hak pendidikannya tanpa terhalang sekat ekonomi.”

Pernyataan tegas ini sekaligus menegaskan bahwa posisi pemerintah daerah bukan hanya sebagai regulator, melainkan juga sebagai penjamin akses pendidikan yang merata. Skema kerja sama dengan pihak swasta telah melalui proses verifikasi ketat, mencakup akreditasi, sarana prasarana, hingga kualitas tenaga pengajar.

Cakupan Program dan Antusiasme Masyarakat

Meski belum merilis angka pasti jumlah sekolah swasta yang telah meneken kerja sama, Pemkot Pekanbaru memastikan kuota yang disediakan cukup untuk menampung lulusan Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang belum mendapatkan kursi di sekolah negeri. Data dari Dinas Pendidikan setempat menunjukkan bahwa pada tahun ajaran sebelumnya, sekitar 12 persen lulusan SD/MI harus menempuh jalur mandiri karena keterbatasan bangku negeri. Program ini diharapkan mampu menyerap seluruh limpahan tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru (yang namanya disebutkan dalam keterangan resmi) menyambut baik arahan wali kota dan menyatakan pihaknya tengah menyelesaikan administrasi pencairan dana bantuan operasional bagi puluhan sekolah mitra. “Kami targetkan sebelum awal tahun ajaran baru, semua mekanisme teknis tuntas sehingga orang tua bisa mendaftar tanpa khawatir biaya,” tuturnya.

Langkah ini mendapat respons positif dari para orang tua. Eka, seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Tampan, mengaku lega. “Anak saya diterima di MTs swasta tahun lalu dan kami sempat memutar otak untuk biaya. Dengan program ini, saya bisa lebih fokus menabung untuk kebutuhan lain,” katanya. Hal serupa diungkapkan oleh sejumlah tokoh masyarakat yang menilai program ini akan menekan angka putus sekolah yang sempat naik selama masa pandemi.

Dengan terbitnya kebijakan ini, Pemkot Pekanbaru sekaligus menegaskan bahwa kolaborasi antara sektor negeri dan swasta menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Ke depan, Agung berjanji akan terus memperluas cakupan program agar semakin banyak jenjang dan jenis pendidikan yang bisa diakses secara gratis oleh seluruh warga Pekanbaru.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lidia-susanto

Editor Ekonomi Digital. Editor transformasi digital dan ekonomi digital.

Comments (0)

User