Surabaya Dilanda 118 Kebakaran dalam 6 Bulan, 5 Meninggal Dunia dan Kerugian Rp7,9 Miliar

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya mencatat total 118 insiden kebakaran terjadi sepanjang Januari hingga Juni 2026. Rentetan per

Jul 08, 2026 - 15:05
0 0
Surabaya Dilanda 118 Kebakaran dalam 6 Bulan, 5 Meninggal Dunia dan Kerugian Rp7,9 Miliar

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya mencatat total 118 insiden kebakaran terjadi sepanjang Januari hingga Juni 2026. Rentetan peristiwa ini tidak hanya menghanguskan puluhan bangunan dan aset berharga, tetapi juga merenggut 5 korban jiwa. Akumulasi kerugian material akibat amukan si jago merah dalam enam bulan pertama tahun ini ditaksir menembus angka Rp7,9 miliar.

Angka ini menjadi alarm bagi warga Surabaya, terutama saat memasuki musim kemarau yang secara historis meningkatkan potensi kebakaran. Data DPKP menunjukkan bahwa peristiwa kebakaran di kota berpenduduk hampir 3 juta jiwa ini didominasi oleh korsleting listrik pada instalasi rumah tangga yang sudah uzur serta kelalaian penggunaan kompor gas.

Detail Peristiwa dan Faktor Penyebab

Dari total 118 kejadian yang tercatat, sebaran insiden relatif merata di seluruh wilayah Surabaya, meskipun pusat kota dengan kepadatan penduduk tinggi dan permukiman padat penduduk menjadi zona merah. Kebakaran permukiman dan rumah tinggal masih mendominasi statistik, diikuti oleh kebakaran fasilitas umum dan area komersial. Lonjakan kasus tertinggi terjadi pada bulan Mei, bersamaan dengan peningkatan suhu udara yang menciptakan kondisi kering dan mudah terbakar.

“Penyebab dominan masih korsleting listrik dari instalasi yang tidak memenuhi standar keamanan, diikuti kebocoran gas dan kelalaian seperti puntung rokok. Di musim kemarau, faktor angin kencang juga mempercepat penjalaran api, terutama di kawasan padat yang rumahnya berdempetan,” jelas sumber internal DPKP Surabaya.

Lima korban meninggal dunia tercatat berasal dari dua insiden besar yang terjadi di wilayah Tambaksari dan Kenjeran. Evakuasi di kawasan padat penduduk seringkali terkendala akses jalan sempit yang sulit ditembus unit pemadam kebakaran (damkar), sebuah problem klasik tata kota Surabaya yang hingga kini belum terpecahkan sepenuhnya.

Analisis Dampak dan Pola Kerugian

Kerugian senilai Rp7,9 miliar yang tercatat merupakan estimasi berdasarkan nilai aset yang hangus, bukan nilai pengganti atau biaya pemulihan penuh. Beberapa poin penting mengenai dampak ini antara lain:

  • Kebakaran di kawasan komersial menyumbang porsi kerugian terbesar karena melibatkan stok barang dan peralatan bisnis bernilai tinggi.
  • Banyak korban tidak memiliki asuransi kebakaran, sehingga proses pemulihan ekonomi sepenuhnya bergantung pada bantuan sosial dan tabungan pribadi.
  • Trauma psikologis pada korban selamat, terutama anak-anak dan lansia, membutuhkan penanganan jangka panjang yang seringkali luput dari perhatian pemerintah.

Meski angka 118 kasus ini tinggi, data historis DPKP menunjukkan bahwa jumlah ini sebenarnya menurun tipis dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatat 127 insiden. Penurunan ini disinyalir berkat masifnya kampanye keselamatan pasca lonjakan kasus tahun sebelumnya, namun pekerjaan rumah masih tertinggal pada penertiban instalasi listrik liar di permukiman padat.

Strategi Respons dan Mitigasi

Surabaya mengoperasikan puluhan pos pemadam kebakaran yang tersebar di 5 wilayah (Utara, Selatan, Timur, Barat, Pusat) dengan target response time di bawah 15 menit. Namun, target ini sering meleset akibat kemacetan lalu lintas dan akses jalan lingkungan yang sempit. Pemkot Surabaya disebut tengah mengkaji pengadaan unit damkar mini yang mampu menjangkau gang-gang sempit.

Dari sisi pencegahan, DPKP gencar melakukan inspeksi rutin pada gedung-gedung bertingkat dan pusat perbelanjaan untuk memastikan fungsi hydrant dan alat pemadam api ringan (APAR) tetap prima. Sementara untuk level rumah tangga, warga diimbau untuk:

  • Mengecek instalasi listrik setidaknya sekali setahun, terutama jika usia bangunan sudah di atas 15 tahun.
  • Menggunakan selang dan regulator gas standar SNI yang memiliki sertifikasi keamanan.
  • Menghindari pemasangan banyak steker pada satu stop kontak yang dapat memicu arus berlebih dan panas pada kabel.

Dengan sisa enam bulan ke depan yang masih akan diwarnai musim kemarau, Pemkot Surabaya dan warganya harus meningkatkan kewaspadaan. Investasi pada alat deteksi asap murah dan edukasi mitigasi risiko menjadi kunci untuk menekan angka kebakaran—dan yang terpenting, mencegah jatuhnya korban jiwa lagi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User