Sule Akui Adzam Ditegur Emak-emak Saat Nonton Tari Kecak di Bali
Jakarta — Komedian Sule buka suara atas insiden yang melibatkan putranya, Adzam Adriansyah Sutisna, ketika berlibur di Bali bersama sang ibu, Nathalie Hols
Sule menegaskan bahwa sebagai orang tua, ia memahami posisi anak seusia Adzam yang masih balita dan memiliki rasa ingin tahu tinggi. Ia menyayangkan teguran yang dilakukan secara langsung tanpa pendekatan yang lebih santun kepada anak kecil, namun ia juga mengakui bahwa menjaga kenyamanan bersama di ruang publik adalah hal penting. Sule tidak membela tindakan Adzam sepenuhnya, tetapi ia meminta publik untuk memahami dinamika membesarkan anak di tempat wisata ramai.
Kronologi Insiden di Panggung Kecak
- Kedatangan di Venue Pertunjukan — Nathalie Holscher membawa Adzam ke salah satu lokasi pertunjukan Tari Kecak di Bali pada akhir pekan lalu. Keduanya datang sebagai bagian dari wisata keluarga yang direncanakan secara spontan.
- Adzam Berdiri di Atas Kursi — Saat tarian berlangsung, Adzam yang masih berusia sekitar tiga tahun berdiri di atas kursi penonton agar dapat melihat panggung lebih jelas. Posisinya berada di area duduk umum yang cukup padat.
- Teguran dari Emak-emak — Seorang ibu-ibu yang duduk di belakang Adzam menegur anak tersebut secara langsung. Teguran dilontarkan karena posisi Adzam menutupi pandangan ke panggung. Nathalie tidak disebutkan secara langsung merespons di lokasi.
- Unggahan Nathalie Holscher — Nathalie membagikan pengalaman tersebut melalui Instagram Story dan feed, mengekspresikan kekecewaan karena putranya ditegur secara keras oleh orang tidak dikenal.
- Viral dan Diskusi Publik — Momen tersebut memicu perdebatan di media sosial. Sebagian warganet mendukung Nathalie dan Sule, sementara lainnya menilai bahwa di tempat umum, kenyamanan kolektif harus diutamakan.
- Respons Sule — Setelah beberapa hari bungkam, Sule akhirnya menjawab pertanyaan awak media di Jakarta. Ia menyampaikan pandangannya dengan nada tenang dan diplomatis.
Pernyataan Sule: Pentingnya Edukasi dan Empati
Sule menjelaskan bahwa Adzam masih dalam tahap belajar memahami situasi sosial. "Anak-anak itu belajarnya dari pengalaman. Kalau dia berdiri, ya karena dia excited. Tapi kan memang harus diajarkan bahwa ada orang lain di belakang," ujar Sule di Jakarta, Selasa. Ia menambahkan bahwa menegur anak kecil sebaiknya dilakukan dengan cara yang mendidik, bukan intimidatif.
Sule juga meminta agar publik tidak menghakimi Nathalie sebagai ibu yang abai. "Dia juga sudah berusaha mengawasi. Cuma kadang momennya cepat banget," katanya. Ia berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bersama tentang pentingnya komunikasi yang baik di ruang publik antara orang tua dan sesama pengunjung.
Dalam pernyataannya, Sule tidak menyalahkan siapa pun secara personal. Ia justru menyoroti bahwa ruang wisata seperti pertunjukan Kecak seharusnya bisa lebih ramah anak, misalnya dengan menyediakan area keluarga atau bangku khusus balita. "Mungkin penyelenggara juga bisa menyediakan zona aman untuk anak-anak kecil agar mereka tetap bisa menikmati tanpa mengganggu yang lain," usulnya.
Reaksi Warganet Terbelah
Di media sosial, tagar #Adzam dan #Sule sempat menjadi trending. Beberapa akun menyebut bahwa seorang ibu yang menegur anak orang lain seharusnya bersikap lebih sabar, sementara akun lain menekankan bahwa hak menonton dengan nyaman berlaku untuk semua pembeli tiket. "Bukan soal siapa yang salah, tapi soal bagaimana kita memperlakukan anak kecil di tempat umum," tulis seorang pengguna Twitter dengan ribuan likes.
Pengamat etika publik dari Universitas Indonesia, yang dihubungi terpisah, mengatakan bahwa fenomena ini mencerminkan minimnya literasi sosial dalam berinteraksi di tempat wisata. Ia mendorong agar tempat wisata menyertakan panduan etika singkat bagi pengunjung, termasuk cara menegur anak dengan bahasa yang membangun.
Hingga berita ini diturunkan, Nathalie Holscher tidak menambah pernyataan baru di media sosialnya. Sementara itu, Adzam tampak kembali beraktivitas normal berdasarkan unggahan terbaru Sule di akun Instagram pribadinya. Insiden ini menjadi pengingat bahwa membawa anak ke ruang publik membutuhkan kesiapan ekstra, baik dari orang tua maupun masyarakat sekitar.
Comments (0)