ATLANTA — Empat Keputusan Wasit Kontroversial Untungkan Argentina Atas Mesir

Argentina berhasil melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Mesir dengan skor dramatis 3-2 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada 8 J

Jul 09, 2026 - 11:14
0 0
ATLANTA — Empat Keputusan Wasit Kontroversial Untungkan Argentina Atas Mesir

Argentina berhasil melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Mesir dengan skor dramatis 3-2 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada 8 Juli 2026. Lionel Messi dan rekan-rekannya bangkit dari ketertinggalan untuk mengamankan kemenangan, tetapi perjalanan mereka dipenuhi kontroversi. Publik sepak bola internasional langsung menyoroti empat keputusan wasit kontroversial yang secara signifikan mengubah arah pertandingan dan menguntungkan Tango.

Sorotan terbesar tertuju pada gol Mohamed Salah yang dianulir pada menit ke-23. Wasit asal Swedia, Viktor Johansson, membatalkan gol tersebut setelah berkonsultasi dengan VAR karena menganggap Salah berada dalam posisi offside sebesar 3,2 sentimeter. Namun, tayangan ulang semi-otomatis menunjukkan bahwa batas offside sangat tipis dan beberapa ahli aturan menilai keputusan itu terlalu kaku. "Teknologi semi-otomatis seharusnya hanya menjadi alat bantu, bukan penentu absolut dalam situasi milimeter seperti ini. Semangat aturan offside adalah mencegah keuntungan tidak adil, bukan menghukum akurasi spasial yang hampir mustahil dihindari," ujar mantan wasit FIFA asal Italia, Pierluigi Collina, kepada media.

Selain gol yang dianulir, terdapat tiga momen penting lainnya yang dipertanyakan: penalti kontroversial untuk Argentina di babak pertama, insiden kartu merah yang diabaikan, dan gol kedua Argentina yang diwarnai dugaan handball. Keputusan-keputusan ini memicu perdebatan tentang konsistensi penerapan VAR dan hukum permainan di turnamen akbar ini.

Analisis Empat Momen Kontroversial

Untuk memahami dampak dari setiap keputusan, mari kita urai secara kronologis:

1. Gol Dianulir Mohamed Salah (Menit 23): Salah menerobos pertahanan Argentina dan mencetak gol spektakuler. VAR memeriksa posisi offside dan memberikan garis tipis yang menempatkan Salah sedikit lebih maju dari bek terakhir. Tanpa gol ini, Mesir gagal menggandakan keunggulan setelah unggul 1-0 sebelumnya, dan momentum psikologis langsung beralih ke Argentina.

2. Penalti untuk Argentina (Menit 41): Bola mengenai lengan bek Mesir, Ahmed Hegazi, di kotak penalti saat ia mencoba melindungi wajah dari tembakan jarak dekat. Wasit memberikan penalti yang dikonversi Messi menjadi gol penyama kedudukan 1-1. Tangan Hegazi dalam posisi natural, dan banyak pengamat menilai ini bukan pelanggaran handball berdasarkan interpretasi terbaru IFAB. "Berdasarkan pedoman 2026, kontak bola dengan lengan yang digunakan untuk melindungi wajah seharusnya tidak dianggap handball jika posisi tubuh wajar," komentar mantan wasit Premier League, Mark Clattenburg.

3. Pelanggaran Kartu Merah yang Diabaikan (Menit 58): Pemain bertahan Argentina, Cristian Romero, melakukan tekel keras terhadap Omar Marmoush yang sedang berusaha melewatinya sebagai pemain terakhir. Romero hanya diberi kartu kuning, meskipun peraturan menyatakan bahwa pelanggaran yang menggagalkan peluang mencetak gol jelas (DOGSO) seharusnya berbuah kartu merah. Argentina masih bermain dengan 11 pemain, dan kemudian mencetak gol kedua.

4. Gol Kedua Argentina Tanpa Pengecekan Penuh (Menit 67): Umpan silang dari sayap kanan disambut Julian Alvarez, namun ada dugaan bola mengenai tangan Alvarez sebelum masuk gawang. Tayangan ulang terbatas tidak memperlihatkan sudut terbaik, dan VAR memutuskan tidak melakukan tinjauan mendalam (silent check) sehingga gol disahkan. Argentina unggul 2-1 dan terus menekan hingga akhirnya menambah satu gol lagi, sementara Mesir hanya bisa membalas satu kali.

Dampak Keputusan pada Dinamika Pertandingan

Untuk melihat bagaimana keputusan wasit memengaruhi probabilitas kemenangan secara matematis, kami merangkum dampaknya dalam tabel berikut:

Momen Kunci Keputusan Wasit Dampak Langsung Perkiraan Perubahan xG (Expected Goals)
Menit 23 Gol Salah dianulir (offside) Skor tetap 1-0 untuk Mesir, bukan 2-0 Mesir kehilangan +0,9 xG
Menit 41 Penalti diberikan untuk Argentina Skor menjadi 1-1 Argentina mendapat +0,76 xG dari titik penalti
Menit 58 Tidak ada kartu merah untuk Romero Argentina tetap 11 pemain Sulit diukur, tapi peningkatan peluang bertahan ~15%
Menit 67 Gol Alvarez disahkan (potensi handball) Argentina unggul 2-1 Argentina kehilangan potensi tinjauan dan pembatalan

Data di atas menunjukkan bahwa akumulasi keputusan yang menguntungkan Argentina mampu mengubah total selisih expected goals hingga lebih dari 1,6 xG, yang secara statistik cukup untuk membalikkan hasil pertandingan.

Terlepas dari kontroversi, Argentina tetap menunjukkan mental juara dengan mencetak tiga gol dan membalikkan keadaan. Namun, kemenangan ini akan selalu dibayangi pertanyaan tentang integritas wasit dan peran VAR di Piala Dunia 2026.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User