Spek Wuling Mini EV, Calon Mobil Compact yang Dijual di Indonesia
Wuling Motors Indonesia tengah menyiapkan amunisi baru di segmen city car listrik berukuran mungil. Model tersebut dikenal luas sebagai Hongguang Mini EV generasi kelima di negara asalnya, China. Keh
Wuling Motors Indonesia tengah menyiapkan amunisi baru di segmen city car listrik berukuran mungil. Model tersebut dikenal luas sebagai Hongguang Mini EV generasi kelima di negara asalnya, China. Kehadirannya di Tanah Air diproyeksikan memperkuat portofolio kendaraan listrik Wuling yang sudah lebih dulu sukses lewat Air ev dan Binguo EV. Laporan Terdepan.id yang mengacu pada dokumen spesifikasi resmi pabrikan memberikan gambaran awal soal mobil compact ini.
Berdasarkan dokumen yang dikeluarkan oleh SAIC-GM-Wuling (SGMW), Hongguang Mini EV generasi kelima dipasarkan di China dalam empat varian berbeda. Keempat varian itu dibedakan berdasarkan jarak tempuh dan tingkat kelengkapan fitur, yakni 205 km Advanced Model, 205 km Premium Edition, 301 km Advanced Model, dan 301 km Premium Edition. Angka pada nama varian mengacu pada estimasi jarak tempuh dalam satu kali pengisian penuh baterai menurut siklus pengujian di China (CLTC), yang umumnya sedikit lebih tinggi dibandingkan standar WLTP yang dipakai di banyak negara lain.
Dimensi dan Performa
Meski dokumen belum merinci seluruh data teknis, sumber yang sama mengonfirmasi bahwa Mini EV generasi terbaru ini tetap mempertahankan karakter sebagai kendaraan ultra-compact dengan panjang sekitar 3.000 mm dan lebar tak lebih dari 1.500 mm. Proporsi tersebut membuatnya sangat lincah bermanuver di perkotaan dan mudah diparkir di ruang terbatas. Motor listrik penggeraknya dikabarkan mampu menghasilkan tenaga sekitar 20 kW hingga 30 kW, cukup untuk mengakomodasi mobilitas harian dengan kecepatan maksimum yang dibatasi di kisaran 100 km/jam demi efisiensi dan keamanan khas mobil listrik berukuran mini.
Baterai yang digunakan untuk varian 205 km dan 301 km berbeda kapasitas. Varian dengan jarak 205 km kemungkinan menggendong baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas sekitar 9–10 kWh, sedangkan varian 301 km dibekali baterai LFP yang lebih besar, sekitar 13–14 kWh. Teknologi baterai LFP dipilih karena lebih tahan terhadap suhu tinggi dan memiliki siklus hidup yang panjang.
Sementara itu, dari sisi fitur, varian Premium Edition kemungkinan akan mendapatkan tambahan layar sentuh yang lebih besar, kamera mundur, AC, serta power window elektrik yang membedakannya dari Advanced Model yang lebih mendasar. Fitur keselamatan standar seperti rem ABS, distribusi rem elektronik, dan sistem pemantauan tekanan ban juga tercantum dalam dokumen spesifikasi, meski detail lebih lanjut masih menunggu pengumuman resmi Wuling di Indonesia.
"Hongguang Mini EV generasi kelima ini didesain untuk menjawab kebutuhan mobilitas perkotaan yang ramah lingkungan dengan harga yang sangat terjangkau," demikian bunyi pernyataan yang dikutip dari dokumen pabrikan.
Rencana penjualan di Indonesia masih menjadi misteri, namun Wuling diprediksi akan memasarkan Mini EV ini dengan banderol yang bersaing di bawah Air ev, mengingat dimensinya yang lebih kecil dan spesifikasi yang lebih ringkas. Jika terwujud, Mini EV bisa menjadi city car listrik termurah di Indonesia, menyasar konsumen yang menginginkan kendaraan listrik murni untuk perjalanan jarak pendek. Perkembangan lebih lanjut akan terus dipantau oleh Terdepan.id.
Comments (0)