Serangan Rudal dan Drone Rusia Guncang Kyiv: 9 Tewas, Puluhan Luka

Ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali menjadi sasaran serangan besar-besaran pada Senin dini hari (6/7). Rusia melancarkan bombardir yang melibatkan puluhan rudal dan drone, menghantam sejumlah kawasan per

Jul 07, 2026 - 22:59
0 0
Serangan Rudal dan Drone Rusia Guncang Kyiv: 9 Tewas, Puluhan Luka

Ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali menjadi sasaran serangan besar-besaran pada Senin dini hari (6/7). Rusia melancarkan bombardir yang melibatkan puluhan rudal dan drone, menghantam sejumlah kawasan permukiman dan fasilitas publik. Akibat serangan tersebut, setidaknya sembilan orang dinyatakan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis. Data korban masih berpotensi bertambah karena tim penyelamat terus melakukan evakuasi dan pencarian di bawah puing-puing bangunan yang runtuh.

Menurut laporan yang diterima Terdepan.id, Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko, mengonfirmasi jumlah sementara korban jiwa. Ia menyebutkan bahwa sembilan korban tewas itu termasuk dua jenazah yang berhasil dievakuasi dari sebuah gedung apartemen yang rusak parah di distrik bersejarah Podilskyi. “Ini adalah serangan yang sangat brutal, menyasar kawasan padat penduduk saat sebagian besar warga masih beristirahat,” ujar Tkachenko dalam keterangan resminya. Distrik Podilskyi sendiri merupakan salah satu pusat aktivitas budaya dan ekonomi Kyiv, sehingga hancurnya bangunan tempat tinggal di sana menambah daftar kerugian yang tidak hanya bersifat materiel, tetapi juga simbolis.

Puing-puing dan Kepanikan di Podilskyi

Tim tanggap darurat bekerja keras di lokasi-lokasi terdampak, terutama di empat bangunan tempat tinggal yang hancur total atau rusak berat. Sejumlah saksi mata menggambarkan situasi mencekam saat dentuman keras terdengar bertubi-tubi sekitar pukul tiga dini hari waktu setempat. “Saya terbangun dan langsung melihat langit merah, lalu jendela pecah dan debu tebal masuk ke dalam kamar,” kata seorang warga yang selamat kepada media kami.

Puing-puing bangunan berserakan di jalan-jalan utama dan taman sekitar. Seorang petugas layanan darurat setempat mengatakan bahwa pihaknya harus menghentikan sementara operasi pencarian saat sirene tanda bahaya udara kedua meraung, mengindikasikan gelombang serangan susulan masih mungkin terjadi. Hal ini memperparah trauma psikologis warga sipil yang sudah lebih dari tiga tahun hidup dalam bayang-bayang konflik bersenjata skala penuh.

“Banyak orang sudah pergi ke stasiun bawah tanah untuk berlindung, tetapi sirene sering kali terlambat. Kali ini, rudal jatuh lebih dulu sebelum peringatan berbunyi,” ujar seorang relawan kemanusiaan di lokasi.

Kerusakan Infrastruktur dan Respons Internasional

Selain korban jiwa dan luka, serangan ini menyebabkan kerusakan pada jaringan listrik dan pasokan air di beberapa distrik. Pemerintah kota terpaksa mengalihkan aliran listrik dan mengirimkan generator darurat ke rumah sakit yang mengalami lonjakan pasien. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, melalui kanal komunikasi resminya menyatakan bahwa situasi masih sangat dinamis dan warganya diimbau tetap berada di tempat perlindungan hingga ada pengumuman lebih lanjut.

Uni Eropa dan sejumlah negara sekutu Ukraina langsung mengecam aksi Rusia tersebut. Beberapa pernyataan menuduh serangan itu sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional karena dengan jelas menargetkan area sipil. Meskipun demikian, belum ada laporan mengenai jumlah pasti rudal dan drone yang berhasil diluncurkan atau diintersepsi oleh sistem pertahanan udara Ukraina. Pihak militer hanya menyebutkan bahwa beberapa proyektil berhasil dihancurkan, namun sisanya lolos dan menimbulkan kerusakan yang terlihat di darat.

Serangan ini menandai salah satu eskalasi terberat di Kyiv dalam beberapa bulan terakhir, sekaligus menjadi pengingat bahwa ibu kota Ukraina tetap menjadi sasaran strategis bagi militer Rusia meskipun garis depan pertempuran telah bergeser ke wilayah timur dan selatan negara itu. Sementara itu, proses identifikasi korban dan evaluasi kerusakan menyeluruh masih berlangsung. Juru bicara layanan darurat mengatakan kepada media kami bahwa jumlah korban kemungkinan bertambah mengingat beberapa bangunan masih dalam tahap pembersihan puing-puing.

Terdepan.id akan terus memantau perkembangan di lapangan dan menyajikan informasi terkini seputar situasi keamanan di Kyiv maupun wilayah lainnya di Ukraina.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
grace-winata

Editor Investasi. Editor panduan investasi dan produk finansial.

Comments (0)

User