Sambut Indonesia Emas, Kimia Farma Bidik Potensi Pasar Lansia Rp 700 Triliun

Jakarta, Terdepan.id – PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) menatap peluang bisnis baru yang sangat besar dari segmen penduduk lanjut usia. Perusahaan farmasi pelat merah itu memproyeksikan potens

Jul 08, 2026 - 00:50
0 0
Sambut Indonesia Emas, Kimia Farma Bidik Potensi Pasar Lansia Rp 700 Triliun

Jakarta, Terdepan.id – PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) menatap peluang bisnis baru yang sangat besar dari segmen penduduk lanjut usia. Perusahaan farmasi pelat merah itu memproyeksikan potensi pasar dari kelompok lansia dapat menembus Rp 500 triliun hingga Rp 700 triliun pada 2045, sejalan dengan puncak bonus demografi yang ditargetkan dalam visi Indonesia Emas.

Proyeksi ini didasarkan pada pergeseran struktur penduduk yang kian menua. Menurut data yang dihimpun Terdepan.id, proporsi lansia dalam total populasi Indonesia bakal melonjak hingga 20 persen pada 2045, naik signifikan dari angka 12 persen di tahun 2026. Perubahan ini menempatkan segmen lansia sebagai motor pertumbuhan nilai ekonomi terbesar di industri kesehatan nasional.

Konsumsi Kesehatan 3–5 Kali Lipat

Direktur Komersial Kimia Farma, Hanadi Setiarto, dalam keterangan resminya kepada Terdepan.id mengungkapkan bahwa kelompok lansia saat ini menyerap 30 hingga 40 persen dari total belanja kesehatan nasional. Jika dikonversi, angkanya setara dengan Rp 190 triliun hingga Rp 260 triliun per tahun. Tingginya serapan ini dipicu oleh fakta bahwa konsumsi layanan kesehatan penduduk berusia di atas 60 tahun bisa 3 sampai 5 kali lipat lebih besar dibanding kelompok usia lainnya. Salah satu pemicunya adalah dominasi penyakit kronis yang mencapai sekitar 70 persen dari seluruh kasus perawatan jangka panjang.

“Kami melihat pergeseran demografi ini sebagai peluang besar. Dengan konsumsi yang begitu tinggi, segmen lansia akan menjadi pendorong utama ekonomi kesehatan dalam dua dekade mendatang,” ujar Hanadi.

Cetak Biru Ekonomi Perak

Guna menyambut potensi itu, Kimia Farma telah menyiapkan langkah strategis melalui Silver Economy Blueprint. Peta jalan ini menjadi fondasi perusahaan dalam membangun ekosistem Healthy Ageing yang terintegrasi. Fokus utamanya bukan hanya menyediakan obat, melainkan juga layanan kesehatan komprehensif yang mencakup pencegahan, perawatan, hingga dukungan gaya hidup sehat bagi para lansia. Dengan demikian, perusahaan ingin hadir sebagai mitra utama dalam menjaga kualitas hidup penduduk yang menua.

Langkah ini dipandang sejalan dengan kebutuhan sistem kesehatan nasional yang harus bersiap menghadapi lonjakan permintaan layanan dari populasi non-produktif. Dengan membidik ekosistem yang utuh, KAEF berharap tidak hanya meraup pangsa pasar yang gemuk, tetapi juga berkontribusi meringankan beban pembiayaan kesehatan negara di tengah transisi epidemiologi yang kini lebih didominasi penyakit tidak menular. Proyeksi nilai jumbo Rp 700 triliun menjadi cerminan optimisme bahwa lansia dapat menjadi pilar ekonomi baru apabila dikelola dengan kebijakan yang tepat dan ekosistem layanan yang memadai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
olivia-hartono

Reporter Pasar Modal. Reporter saham, obligasi, dan emiten.

Comments (0)

User