Rumah Pengacara di Jaktim Dilempar Molotov hingga Pagar Terbakar
Terdepan.id - Aksi teror pelemparan bom molotov menyasar rumah seorang pengacara di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, pada Rabu dini hari (1/7). Insiden yang terjadi sekitar pukul 02.04 WIB itu menyeba
Terdepan.id - Aksi teror pelemparan bom molotov menyasar rumah seorang pengacara di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, pada Rabu dini hari (1/7). Insiden yang terjadi sekitar pukul 02.04 WIB itu menyebabkan bagian pagar rumah korban terbakar. Beruntung, api tidak merambat ke bangunan utama dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Menurut laporan yang diterima Terdepan.id, korban berinisial S, seorang pengacara yang tinggal di wilayah RW 04 Ciracas, tengah berada di dalam rumahnya bersama keluarga saat kejadian. Tiba-tiba, seseorang yang tidak dikenal melemparkan sebuah botol berisi cairan mudah terbakar yang kemudian menyulut api di pagar depan rumah.
Api Terekam Warga dan CCTV
Momen saat api berkobar di pagar rumah sempat direkam oleh korban dan tersebar di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, terlihat jelas kobaran api yang tidak terlalu besar namun cukup mencolok di malam hari. Sejumlah warga sekitar yang mendengar suara ledakan kecil dan melihat kilatan api langsung berhamburan keluar rumah untuk mengecek situasi.
Beberapa di antara mereka berupaya memadamkan api dengan alat seadanya sebelum akhirnya petugas pemadam kebakaran dan kepolisian tiba di lokasi. "Kami langsung memanggil warga lain untuk membantu memadamkan api, takutnya menjalar ke rumah yang lain," ujar seorang saksi mata kepada Terdepan.id, Rabu (1/7).
Polisi sendiri telah memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di sekitar rumah guna mengidentifikasi ciri-ciri pelaku. "Kami sudah mendalami video yang ada untuk mencari tahu siapa dan apa motif di balik aksi ini," ujar seorang perwira Polres Jakarta Timur saat dikonfirmasi Terdepan.id.
Polisi Selidiki Motif Pelaku
Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas teror tersebut. Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur telah memasang garis polisi di lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan barang bukti, termasuk sisa-sisa botol yang diduga digunakan sebagai bom molotov.
Korban, S, yang berprofesi sebagai pengacara, mengaku tidak memiliki konflik pribadi dengan siapapun. Namun polisi tidak menutup kemungkinan bahwa aksi ini berkaitan dengan kasus yang sedang atau pernah ditanganinya. "Kami masih mendalami, apakah ini murni kejahatan jalanan atau ada kaitannya dengan profesi korban," lanjut sumber kepolisian tersebut.
Terpisah, Ketua RT setempat menyatakan bahwa lingkungan Ciracas selama ini tergolong aman dan belum pernah terjadi insiden serupa. "Ini kejadian pertama kali dan membuat warga khawatir," ujarnya. Warga pun berharap pelaku segera tertangkap agar situasi kembali kondusif.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan. Sementara itu, korban beserta keluarga untuk sementara waktu mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian guna mengantisipasi kemungkinan aksi lanjutan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tersangka yang diamankan dan penyelidikan terus berlanjut. (Terdepan.id)
Comments (0)