Rumah Ambruk di Pinggir Kali Benhil, Bronjong Dipasang Cegah Longsor Meluas
Sebuah rumah yang berdiri di bantaran Kali Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat, ambruk pada Jumat (26/6/2026) pagi. Peristiwa ini dipicu oleh longsornya tebing akibat gerusan air kal
Sebuah rumah yang berdiri di bantaran Kali Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat, ambruk pada Jumat (26/6/2026) pagi. Peristiwa ini dipicu oleh longsornya tebing akibat gerusan air kali yang terus-menerus. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Berdasarkan pantauan Terdepan.id di lokasi, bangunan semi-permanen itu tergerus longsor hingga sebagian besar struktur depannya runtuh ke aliran air. Retakan tanah juga terlihat mengarah ke beberapa rumah di sekitarnya, memicu kekhawatiran warga akan longsor susulan.
Langkah Cepat SDA Pasang Bronjong
Merespons insiden ini, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat langsung mengerahkan tim ke lokasi pada siang harinya. Fokus utama penanganan darurat adalah mencegah agar gerusan tebing tidak terus meluas. Sejumlah material bronjong—anyaman kawat berisi batu—dipasang di sepanjang bantaran kali yang terdampak.
Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Pusat, Adrian Mara Maulana, menyatakan bahwa langkah tersebut adalah respons cepat untuk mengamankan area.
Sejak Jumat siang, Suku Dinas SDA Jakarta Pusat telah menindaklanjuti kejadian tersebut. Kami memasang bronjong sebagai tindakan darurat agar longsor tidak semakin menjalar ke rumah lain,
ungkap Adrian melalui keterangan resminya. Ia menambahkan, selain bronjong, pihaknya juga melakukan pengerukan sedimentasi di dasar kali untuk memperlancar aliran air dan mengurangi tekanan pada tebing. Evaluasi teknis secara menyeluruh akan dilakukan guna merancang perkuatan permanen di segmen sungai rawan tersebut.
Detik-Detik Menegangkan
Seorang pemilik rumah yang enggan disebutkan namanya menceritakan momen menakutkan saat longsor terjadi. Menurutnya, kejadian berlangsung begitu cepat setelah sebelumnya terdengar suara retakan kecil.
Kayak dentuman keras, tiba-tiba lantai rumah sudah miring dan sebagian bangunan depan ambruk ke kali. Saya langsung lari keluar,
ujarnya saat ditemui Terdepan.id di dekat reruntuhan. Warga sekitar pun segera berhamburan dan membantu mengamankan anggota keluarganya. Hingga sore ini, pemilik rumah masih mendata barang-barang yang bisa diselamatkan.
Warga setempat berharap pemerintah tidak hanya memberikan penanganan darurat, tetapi juga solusi jangka panjang. Mengingat beberapa rumah di bantaran kali Benhil ini berdiri di atas tanah yang rawan tergerus, terutama saat musim hujan. Pemasangan sheet pile atau normalisasi kali secara menyeluruh menjadi aspirasi yang kerap disuarakan.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas di sekitar lokasi masih dipantau petugas. Garis pembatas telah dipasang untuk menjauhkan warga dari tepi longsor. Suku Dinas SDA bersama aparat kelurahan juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah lebih lanjut.
Comments (0)