Rudal Rusia Guncang Kyiv, Sirene Meraung di Seluruh Ibu Kota
Kyiv, Terdepan.id – Ibu Kota Ukraina, Kyiv, kembali diguncang serangan udara besar-besaran pada Jumat dini hari (26/6/2026). Rentetan ledakan terdengar di sejumlah titik, sementara sirene peringa
Kyiv, Terdepan.id – Ibu Kota Ukraina, Kyiv, kembali diguncang serangan udara besar-besaran pada Jumat dini hari (26/6/2026). Rentetan ledakan terdengar di sejumlah titik, sementara sirene peringatan serangan udara meraung-raung di seluruh penjuru kota, memaksa warga bergegas mencari tempat perlindungan.
Berdasarkan laporan yang dihimpun Terdepan.id di lapangan, jejak asap membumbung tinggi di langit Kyiv, menandakan sistem pertahanan udara Ukraina sedang bekerja keras menghadang rudal-rudal yang diluncurkan oleh militer Rusia. Pemerintah kota segera mengeluarkan imbauan darurat melalui kanal Telegram resmi, meminta seluruh penduduk untuk tetap berada di dalam bangunan yang aman hingga situasi dinyatakan kondusif.
Sistem Pertahanan Udara Beroperasi, Wali Kota Imbau Warga Mengungsi
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, melalui pesan singkat di Telegram memberikan pernyataan resmi terkait situasi genting tersebut. Ia menegaskan bahwa unit pertahanan udara telah diaktifkan untuk menangkal serangan.
"Sistem pertahanan udara beroperasi. Warga diimbau untuk tetap berada di tempat perlindungan dan tidak keluar rumah sampai sirene dimatikan," tulis Klitschko.
"Di distrik Darnytskyi, puing-puing rudal jatuh di area terbuka. Layanan darurat sedang menuju ke lokasi kejadian," lanjutnya dalam pernyataan terpisah.
Distrik Darnytskyi yang terletak di tepi timur Sungai Dnieper dilaporkan menjadi salah satu titik jatuhnya serpihan rudal. Meskipun material berbahaya itu jatuh di tempat terbuka—bukan di kawasan pemukiman padat—tim penyelamat dan unit penjinak bom tetap dikerahkan untuk mengamankan lokasi dan memastikan tidak ada ancaman lanjutan bagi warga sekitar.
Serangan ini merupakan bagian dari gelombang baru agresi udara Rusia yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir, menyusul konflik berkepanjangan yang telah memasuki tahun keempat. Kyiv, yang sebelumnya menikmati jeda serangan relatif singkat, kembali menjadi target utama di tengah manuver diplomatik dan militer yang memanas di kawasan tersebut. Warga yang terbangun oleh suara dentuman dan raungan sirene mengaku trauma psikologis kian menumpuk, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia yang harus bolak-balik berlindung di bunker bawah tanah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jatuhnya korban jiwa. Walikota Klitschko dan otoritas militer Ukraina terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan pasukan pertahanan udara untuk menilai tingkat kerusakan serta mengantisipasi kemungkinan gelombang serangan susulan. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau kanal informasi resmi dan tidak menyebarkan video atau foto yang dapat membantu penargetan musuh di masa mendatang.
Comments (0)