Pukulan Bagi Trump, Senat AS Sahkan Resolusi Setop Perang Iran
Washington - Senat Amerika Serikat memberikan tamparan politik kepada Presiden Donald Trump dengan mengesahkan resolusi yang menyerukan penghentian permusuhan terhadap Iran. Langkah ini menjadi perin
Washington - Senat Amerika Serikat memberikan tamparan politik kepada Presiden Donald Trump dengan mengesahkan resolusi yang menyerukan penghentian permusuhan terhadap Iran. Langkah ini menjadi peringatan keras dari lembaga legislatif kepada Gedung Putih di tengah upaya negosiasi penyelesaian perang yang masih berlangsung dengan Teheran.
Berdasarkan laporan Terdepan.id dari kantor berita AFP, Rabu (24/6/2026), rancangan undang-undang yang sebelumnya telah mendapat persetujuan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya lolos dalam pemungutan suara di Senat pada Selasa (23/6) waktu setempat. Hasil voting menunjukkan perolehan tipis dengan 50 suara setuju berbanding 48 suara menolak, mencerminkan tajamnya polarisasi di tubuh parlemen AS terkait kebijakan luar negeri Trump.
Resolusi ini secara tegas mengarahkan Presiden Trump untuk menarik seluruh pasukan Amerika Serikat dari keterlibatan dalam permusuhan dengan Iran, kecuali Kongres memberikan izin eksplisit untuk tindakan militer.
Kendati demikian, resolusi ini sebagian besar hanya bersifat simbolis. Sebab, dokumen tersebut tidak akan sampai ke meja Presiden Trump untuk ditandatangani, sehingga kekuatan hukumnya masih menjadi perdebatan di kalangan pakar konstitusi. Beberapa analis hukum menilai tanpa tanda tangan presiden, resolusi ini tidak memiliki daya ikat yang kuat untuk memaksa eksekutif mengubah arah kebijakan militernya.
Pengesahan resolusi ini menandai babak baru dalam ketegangan abadi antara cabang eksekutif dan legislatif AS mengenai kewenangan berperang. Konstitusi Amerika Serikat secara jelas memberikan wewenang menyatakan perang kepada Kongres, namun dalam praktiknya, presiden modern kerap mengambil tindakan militer tanpa persetujuan resmi dari parlemen.
Kelompok bipartisan yang mendorong resolusi ini berargumen bahwa eskalasi konflik dengan Iran berpotensi menyeret AS ke dalam perang berkepanjangan tanpa strategi keluar yang jelas. Mereka menekankan pentingnya mengembalikan otoritas perang kepada Kongres sebagaimana diamanatkan konstitusi. Di sisi lain, kubu penentang resolusi menilai langkah ini justru melemahkan posisi tawar Trump di meja perundingan dan memberikan sinyal keraguan kepada Teheran.
Laporan Terdepan.id mencatat, ketegangan antara AS dan Iran meningkat tajam sejak serangkaian insiden di kawasan Teluk yang memicu respons militer Washington. Trump bersikeras melanjutkan tekanan maksimum terhadap Iran, namun langkah Senat kali ini memperlihatkan resistensi yang menguat dari dalam negeri terhadap kebijakan agresif tersebut.
Comments (0)