Prabowo Resmikan Lima Bendungan Bernilai Rp9,79 Triliun

Presiden Prabowo Subianto meresmikan secara serentak lima bendungan strategis yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia pada Kamis (10/7/2026). Peresmian

Jul 11, 2026 - 13:02
0 0
Prabowo Resmikan Lima Bendungan Bernilai Rp9,79 Triliun

Presiden Prabowo Subianto meresmikan secara serentak lima bendungan strategis yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia pada Kamis (10/7/2026). Peresmian yang digelar secara virtual dari Bendungan Meninting, Lombok, Nusa Tenggara Barat ini menandai rampungnya proyek-proyek infrastruktur sumber daya air dengan total nilai investasi mencapai Rp9,79 triliun. Momen tersebut sekaligus menjadi panggung bagi Presiden untuk menegaskan bahwa pembangunan bendungan dan keberhasilan implementasi B50 merupakan bukti kerja nyata pemerintah menuju Indonesia yang makmur dan berdaulat.

Lima Bendungan Megaproyek Senilai Hampir Rp10 Triliun

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum, kelima bendungan yang diresmikan merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah dikerjakan sejak beberapa tahun terakhir. Berikut rincian bendungan beserta kapasitas dan nilai investasinya:

  • Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, NTB — menelan biaya Rp1,4 triliun, mampu menampung 12,8 juta meter kubik air dan mengairi 1.500 hektare lahan irigasi.
  • Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah — investasi Rp1,6 triliun, volume tampung 90 juta meter kubik, memasok air baku untuk Kota Semarang dan sekitarnya.
  • Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh — nilai kontrak Rp1,7 triliun, kapasitas 128 juta meter kubik, berpotensi menjadi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) 2×3,3 megawatt.
  • Bendungan Lau Simeme di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara — anggaran Rp1,9 triliun, kapasitas 40 juta meter kubik, solusi banjir dan irigasi untuk 2.000 hektare sawah.
  • Bendungan Sidan di Kabupaten Badung, Bali — investasi Rp3,19 triliun, tampung 15,4 juta meter kubik, mendukung kebutuhan air baku kawasan pariwisata dan pertanian.

Akumulasi biaya pembangunan kelima bendungan tersebut mencapai Rp9,79 triliun, angka yang oleh Presiden disebut sebagai wujud keberpihakan pemerintah pada kedaulatan pangan dan ketahanan air nasional.

Presiden: Ini Bukti, Bukan Janji

Dalam sambutannya, Prabowo menekankan bahwa pembangunan infrastruktur besar harus diikuti oleh hasil nyata yang langsung dirasakan masyarakat. "Bendungan-bendungan ini adalah bukti kerja, bukan sekadar seremonial. Kita tidak hanya bicara, tetapi menunjukkan bahwa air untuk petani, air minum untuk rakyat, dan energi dari air bisa kita wujudkan," ujarnya.

"Bendungan-bendungan ini adalah bukti kerja, bukan sekadar seremonial. Kita tidak hanya bicara, tetapi menunjukkan bahwa air untuk petani, air minum untuk rakyat, dan energi dari air bisa kita wujudkan."
— Presiden Prabowo Subianto

Prabowo juga mengaitkan pencapaian ini dengan program B50 — bahan bakar campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit — yang telah sukses diimplementasikan secara nasional sejak awal 2026. Menurutnya, bendungan dan energi terbarukan merupakan dua pilar penting transformasi ekonomi Indonesia. "B50 sudah jalan, bendungan sudah berdiri. Ini adalah jejak nyata bahwa Indonesia tidak jalan di tempat. Kita menuju kemakmuran dengan langkah pasti," tegasnya.

Dampak Multiplier: Irigasi, Air Baku, dan Energi

Data Kementerian Pertanian mencatat, dengan beroperasinya kelima bendungan ini, luas lahan pertanian yang mendapat jaminan irigasi bertambah sekitar 7.800 hektare. Produksi padi nasional diproyeksi meningkat 5–7 persen di wilayah terkait, selaras dengan target swasembada pangan yang dicanangkan Prabowo. Sementara itu, sektor air baku akan menyuplai kebutuhan lebih dari 3 juta jiwa di daerah perkotaan sekitar bendungan.

Dari sisi energi, beberapa bendungan dilengkapi PLTA mini yang mampu menghasilkan total 10 megawatt, cukup untuk menerangi ribuan rumah di daerah terpencil. Direktur Jenderal Sumber Daya Air menambahkan bahwa semua bendungan didesain dengan teknologi mitigasi banjir modern, sehingga mampu mengurangi risiko banjir hingga 60 persen di daerah hilir.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Dr. Andi Rahman, menilai bahwa sinergi antara bendungan dan B50 menunjukkan konsistensi Prabowo dalam membangun fondasi ekonomi hijau. "Ini bukan hanya soal beton dan air, tetapi tentang menciptakan ekosistem mandiri. Ketika bendungan menyediakan air untuk pertanian, B50 menjamin bahwa energi transportasi kita berbasis sumber daya dalam negeri. Keduanya saling mengunci," jelasnya.

Keberhasilan implementasi B50 sendiri membuat Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan biodiesel dengan persentase campuran 50 persen secara penuh. Langkah ini diprediksi menghemat devisa hingga USD10 miliar per tahun dan mengurangi emisi karbon secara signifikan. Dalam konteks itulah Prabowo menempatkan pembangunan bendungan sebagai fondasi fisik yang mendukung ketahanan pangan, sementara B50 menjadi tulang punggung ketahanan energi.

Masyarakat di sekitar lokasi bendungan pun menyambut antusias. Suwarno, petani di Lombok Barat, mengatakan bahwa Bendungan Meninting telah mengubah pola tanamnya dari satu kali setahun menjadi tiga kali musim tanam. "Dulu kami cemas kalau musim kemarau panjang. Sekarang air melimpah, hasil panen naik, hidup lebih tenang," katanya.

Dengan rampungnya lima bendungan ini, pemerintah kini memiliki total 61 bendungan besar yang terbangun sejak 2015. Presiden Prabowo menargetkan tambahan 15 bendungan baru hingga 2029, yang diyakini akan semakin memperkuat fondasi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia sekaligus negara dengan ketahanan air dan energi yang unggul.

[SOCIAL_TWEET]: Presiden Prabowo resmikan 5 bendungan senilai Rp9,79 triliun sekaligus. Dari NTB hingga Aceh, proyek ini siap tingkatkan irigasi, air baku, dan energi. Bukti kerja nyata, bukan janji! 🇮🇩💧 #Prabowo #Bendungan #IndonesiaMaju[SOCIAL_TG]: 💧🇮🇩 Presiden Prabowo resmikan serentak 5 bendungan super strategis! Investasi total Rp9,79 triliun. Bendungan Meninting, Jragung, Rukoh, Lau Simeme, dan Sidan siap jadi solusi irigasi, air minum & listrik. Plus, B50 sudah jalan—Indonesia makin mandiri!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User