Potret Aksi Pedagang-Petani Dukung Program Prabowo di Jakarta
Jakarta - Suasana damai namun sarat makna menyelimuti kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada siang hari ini. Ratusan warga yang mengatasnamakan diri sebagai pedagang dan petani dari berbagai penj
Jakarta - Suasana damai namun sarat makna menyelimuti kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada siang hari ini. Ratusan warga yang mengatasnamakan diri sebagai pedagang dan petani dari berbagai penjuru tanah air berkumpul dalam sebuah aksi solidaritas. Mereka hadir bukan untuk memprotes, melainkan untuk menyampaikan dukungan terhadap program kerakyatan dan pemberdayaan ekonomi yang digagas oleh Prabowo Subianto. Spanduk-spanduk bertuliskan "Petani Dukung Program Mandiri Pangan" dan "Pedagang Kecil Butuh Kepastian Ekonomi" berkibar di sela-sela massa yang kompak mengenakan pakaian khas daerah masing-masing.
Menyatukan Suara dari Pelosok Negeri
Berdasarkan laporan Terdepan.id di lapangan, peserta aksi datang dari beragam latar belakang, mulai dari petani jagung asal Nusa Tenggara Timur, pedagang pasar tradisional asal Jawa Tengah, hingga nelayan dari pesisir Banten. Mereka rela menempuh perjalanan jauh untuk hadir di ibu kota dan menyuarakan aspirasi yang telah lama terpendam. Salah satu perwakilan petani, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan keyakinannya bahwa program-program Prabowo mampu mengangkat kesejahteraan petani kecil. Ia bahkan membawa hasil panen berupa sayur-mayur sebagai simbol harapan akan harga komoditas yang lebih adil.
"Kami sudah mendengar banyak tentang rencana permodalan lunak dan akses pasar langsung dari petani. Ini yang kami tunggu-tunggu. Selama ini kami sering terjepit oleh tengkulak dan harga pupuk yang tidak stabil. Program ini seperti angin segar bagi kami di desa," ujarnya penuh semangat.
Pemandangan serupa juga terlihat dari para pedagang pasar. Mereka membawa karangan bunga mini dari anyaman daun kelapa yang ditempeli uang receh—simbolik bahwa kesejahteraan mereka sangat bergantung pada kebijakan ekonomi yang berpihak pada rakyat kecil. Seorang pedagang kelontong asal Tegal menceritakan bagaimana bantuan modal usaha mikro yang dijanjikan dalam program Prabowo dapat menjadi penyelamat bagi ribuan pedagang yang selama ini terlilit utang rentenir.
Pemberdayaan Ekonomi: Urgensi yang Tak Bisa Ditunda
Aksi ini menjadi cerminan nyata kerinduan masyarakat akar rumput terhadap kebijakan ekonomi yang inklusif. Para peserta tidak hanya menyuarakan dukungan, tetapi juga menyampaikan sejumlah harapan konkret. Mereka menginginkan realisasi program pelatihan kewirausahaan, digitalisasi pasar tradisional, serta kemudahan sertifikasi halal bagi pedagang kecil agar bisa bersaing di era modern. Sentimen ini diperkuat oleh analisis dari pengamat ekonomi dari Lembaga Pengkajian Kerakyatan yang hadir dalam aksi tersebut, yang menilai bahwa penguatan ekonomi rakyat menjadi fondasi penting ketahanan nasional.
Hingga berita ini diturunkan, aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan yang bersikap kooperatif. Lalu lintas di sekitar Patung Kuda sempat tersendat, namun petugas segera mengurai kemacetan dengan mengalihkan arus kendaraan. Para peserta aksi berkomitmen untuk menjaga ketertiban sebagai bentuk tanggung jawab mereka dalam menyampaikan aspirasi.
Potret aksi hari ini menjadi bukti bahwa program kerakyatan dan pemberdayaan ekonomi bukan sekadar janji, melainkan sebuah kebutuhan mendesak yang ditunggu oleh pedagang-petani di seluruh Indonesia. Dengan kian membesarnya harapan di tingkat akar rumput, implementasi program ini akan menjadi penentu sejauh mana kepercayaan masyarakat terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.
Comments (0)