Polisi Urai Macet Parah di Pelalawan, Pengendara Lawan Arah Ditilang

Kemacetan panjang yang melanda Jalan Lintas Timur KM 75, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, akhirnya terurai setelah polisi bekerja keras melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas. Kemacetan yan

Jul 06, 2026 - 13:47
0 0
Polisi Urai Macet Parah di Pelalawan, Pengendara Lawan Arah Ditilang

Kemacetan panjang yang melanda Jalan Lintas Timur KM 75, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, akhirnya terurai setelah polisi bekerja keras melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas. Kemacetan yang terjadi sejak Rabu malam (24/6/2026) akibat proyek penimbunan jalan itu sempat membuat arus kendaraan tersendat hingga berjam-jam dan memicu antrean kendaraan yang mengular.

Berdasarkan laporan Terdepan.id di lapangan, situasi semakin memburuk karena banyak pengendara yang nekat melawan arah. Alih-alih menunggu giliran melintas di jalur yang menyempit, mereka justru mengambil lajur berlawanan dan menciptakan kemacetan dua sisi yang sulit diurai. Akibatnya, kemacetan pun merambat hingga beberapa kilometer dan melumpuhkan arus lalu lintas di jalur utama penghubung antarkota tersebut.

Polisi Terpaksa Tilang Pelanggar

Melihat kondisi yang semakin kacau, Satuan Lalu Lintas Polres Pelalawan langsung menurunkan personel untuk mengamankan lokasi. Kasat Lantas Polres Pelalawan, AKP Tatit Riskyan Hanafi, menegaskan, pengendara yang kedapatan melawan arah dikenakan tindakan tegas berupa tilang. Langkah ini diambil bukan hanya untuk menindak pelanggar, tetapi juga memastikan kemacetan bisa segera diurai tanpa ada gangguan dari kendaraan yang membandel.

"Kami sudah bekerja maksimal untuk menjaga kelancaran arus kendaraan di lokasi. Kami meminta para pengendara agar tertib aturan berlalu lintas, jangan melawan arah karena sangat membahayakan dan memperburuk kemacetan," ujar AKP Tatit saat dikonfirmasi Terdepan.id, Kamis (25/6/2026).

Proses penguraian berlangsung sejak malam hingga Kamis pagi. Petugas menerapkan sistem buka-tutup jalur secara bergantian untuk mengakomodasi antrean kendaraan yang sudah terlanjur menumpuk. Selain menilang pelanggar, polisi juga membagikan imbauan langsung agar pengendara bersabar dan tidak mengambil jalan pintas dengan melawan arah yang justru memperparah keadaan.

Pekerjaan penimbunan jalan yang tengah berjalan memang menjadi penyebab utama penyempitan badan jalan di KM 75. Namun, perilaku pengendara yang tidak sabar dan cenderung egois menjadi faktor yang memperlama kemacetan. Polisi mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti arahan petugas di lapangan serta mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang di sekitar lokasi perbaikan jalan.

Insiden ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya disiplin berlalu lintas. Kepolisian menyatakan akan terus menempatkan personel di titik-titik rawan macet selama proyek perbaikan jalan masih berlangsung. Diharapkan dengan adanya tindakan tegas dan kesadaran bersama, kemacetan serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lidia-susanto

Editor Ekonomi Digital. Editor transformasi digital dan ekonomi digital.

Comments (0)

User