Perminas, BUMN Baru Danantara, Awali Debut dengan Kerja Sama Logam Tanah Jarang Bersama India
Terdepan.id, Jakarta — PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), perusahaan pelat merah yang baru dibentuk di bawah naungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, langsung tancap gas menggar
Terdepan.id, Jakarta — PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), perusahaan pelat merah yang baru dibentuk di bawah naungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, langsung tancap gas menggarap proyek strategis nasional. Dalam debut perdananya, Perminas akan mengembangkan sumber daya logam tanah jarang (rare earth) bersama mitra dari India.
Kerja sama ini secara resmi diteken melalui kesepakatan dengan perusahaan tambang terkemuka India, Midwest Limited, serta lembaga riset Non-Ferrous Materials Technology Development Centre (NFTDC). Penandatanganan tersebut berlangsung dalam agenda pertemuan bilateral antara Perdana Menteri India Narendra Modi dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.
Kepala Badan Industri Mineral (BIM) Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Perminas sedang melakukan penjajakan teknologi untuk proses hilirisasi, khususnya pada tahap pemisahan dan pemurnian mineral tanah jarang.
Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat logam tanah jarang merupakan komponen vital dalam berbagai industri berteknologi tinggi, seperti manufaktur semikonduktor, kendaraan listrik, turbin angin, hingga peralatan pertahanan. Selama ini, rantai pasok global untuk komoditas tersebut masih didominasi oleh segelintir negara, sehingga terobosan yang dijajaki Perminas dan BIM berpotensi mengangkat posisi Indonesia di peta industri mineral dunia.
Para analis melihat kerja sama dengan India bukan sekadar transfer teknologi, melainkan juga pembangunan ekosistem hulu-hilir yang terintegrasi. NFTDC dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam riset material maju, sementara Midwest Limited membawa keahlian teknis dan jaringan komersial yang kuat. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat penguasaan teknologi pemisahan dan pemurnian di dalam negeri, yang hingga kini masih menjadi tantangan utama bagi Indonesia.
BPI Danantara sendiri merupakan entitas baru yang dirancang untuk mengonsolidasikan aset BUMN di sektor pertambangan dan mineral strategis. Dengan hadirnya Perminas, pemerintah menargetkan adanya akselerasi hilirisasi pertambangan yang selama ini berjalan secara parsial. Penugasan langsung ke proyek logam tanah jarang menunjukkan besarnya ekspektasi terhadap BUMN anyar ini untuk menjadi motor transformasi industri mineral nasional.
Comments (0)