Perjalanan Panjang Keiko Fujimori Menuju Istana: Tiga Kali Kalah, Akhirnya Menang

Laporan Terdepan.id – Keiko Fujimori akhirnya berhasil menduduki kursi kepresidenan Peru setelah melalui perjalanan politik yang penuh liku. Wanita berusia 51 tahun ini diumumkan sebagai presiden t

Jul 07, 2026 - 23:00
0 1
Perjalanan Panjang Keiko Fujimori Menuju Istana: Tiga Kali Kalah, Akhirnya Menang

Laporan Terdepan.id – Keiko Fujimori akhirnya berhasil menduduki kursi kepresidenan Peru setelah melalui perjalanan politik yang penuh liku. Wanita berusia 51 tahun ini diumumkan sebagai presiden terpilih Peru pada Senin (6/7/2026), mengakhiri penantian panjang setelah tiga kali gagal dalam pemilihan presiden sebelumnya. Kemenangan ini menjadi titik balik dramatis bagi putri dari mendiang Presiden Alberto Fujimori tersebut, yang selama lebih dari satu dekade harus merasakan pahitnya kekalahan di level tertinggi kontestasi politik negaranya.

Keiko merupakan putri dari Alberto Fujimori dan Susana Higuchi, tumbuh besar dalam lingkungan politik yang penuh gejolak. Ayahnya memimpin Peru selama satu dekade dengan tangan besi, meninggalkan warisan ekonomi dan kontroversi hak asasi manusia yang masih membayangi keluarganya hingga kini. Sejak usia muda, Keiko sudah terjun ke dunia politik dengan mendirikan partai Fuerza Popular, yang kelak menjadi kendaraan utamanya dalam setiap pemilu. Ia menjelma sebagai satu di antara tokoh perempuan paling berpengaruh di Amerika Latin, meski karier politiknya tak selalu berjalan mulus.

Jejak Kegagalan di Tiga Pilpres

Perjalanan Keiko menuju tampuk kekuasaan diwarnai serangkaian kegagalan yang menguji mental dan ketangguhannya. Pada 2011, ia menjadi wanita pertama yang berhasil menembus putaran kedua pemilihan presiden Peru. Namun saat itu ia harus mengakui keunggulan lawannya, Ollanta Humala, dalam persaingan yang sangat ketat. Kekalahan itu tidak lantas mematahkan semangatnya. Ia kembali mencalonkan diri pada 2016 dan 2021, tetapi lagi-lagi harus menelan pil pahit. Pada 2016, ia kalah tipis dari Pedro Pablo Kuczynski, dan pada 2021, ia kembali kalah dari Pedro Castillo dalam hasil yang kontroversial dan memecah belah masyarakat Peru.

Berdasarkan rangkuman Terdepan.id dari laporan CNN dan CNBC, elektabilitas Keiko kerap fluktuatif karena bayang-bayang pemerintahan otoriter ayahnya dan berbagai skandal yang menyeret keluarganya. Selain itu, posisinya sebagai figur kanan-tengah yang pro-pasar dan pendukung pendekatan keamanan keras sering menjadi sasaran kritik kelompok progresif. Namun di sisi lain, basis pendukungnya yang loyal tetap menganggapnya sebagai simbol stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah krisis politik multipartai Peru.

“Kegagalan adalah bagian dari perjuangan. Saya tidak akan menyerah sampai rakyat Peru mendapatkan pemimpin yang pantas,” ujar Keiko dalam sebuah wawancara dengan media lokal beberapa tahun silam, seperti dikutip CNBC.

Kemenangan Bersejarah

Pemilu 2026 menjadi momen penebusan bagi Keiko. Dengan pengalaman pahit tiga kali kalah, ia menyusun strategi kampanye yang lebih matang, merangkul generasi muda, dan menyasar pemilih di luar basis tradisionalnya. Hasil penghitungan resmi menunjukkan ia unggul signifikan atas para pesaingnya, membawa kemenangan bersejarah sebagai presiden perempuan pertama Peru yang terpilih secara langsung. Kemenangan ini sekaligus menorehkan nama Fujimori kembali ke Istana Kepresidenan setelah lebih dari dua dekade.

Terpilihnya Keiko disambut beragam reaksi. Pendukungnya berharap ia mampu membawa stabilitas politik dan pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan krisis berkepanjangan, sementara kritikus dan organisasi hak asasi manusia mengingatkan risiko bangkitnya kembali praktik otoritarian warisan ayahnya. Namun yang pasti, pencapaian ini membuktikan bahwa ketekunan dan kegigihan dalam menghadapi kegagalan dapat mengantarkan seseorang pada puncak kekuasaan. Keiko Fujimori kini berdiri sebagai simbol kontroversial dari ketangguhan politik di kawasan Amerika Latin.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lidia-susanto

Editor Ekonomi Digital. Editor transformasi digital dan ekonomi digital.

Comments (0)

User