Pemprov Banten Usul 50 Ruas Jalan Desa ke Kementerian PU Usai Sukseskan Proyek 2025
Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan perkembangan terkini soal upaya percepatan pemerataan infrastruktur di wilayahnya. Pasca rampungnya proyek fisik di tahun 2025, Pemerintah Provinsi Banten kin
Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan perkembangan terkini soal upaya percepatan pemerataan infrastruktur di wilayahnya. Pasca rampungnya proyek fisik di tahun 2025, Pemerintah Provinsi Banten kini secara resmi mengajukan proposal ambisius untuk membangun 50 ruas jalan desa kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Langkah ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan pusat melalui skema Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Andra Soni menjelaskan bahwa pada tahun anggaran 2025, Provinsi Banten mendapatkan kepercayaan mengelola dana IJD dengan total anggaran mencapai Rp 110 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk membangun sembilan ruas jalan strategis yang tersebar di berbagai titik. Keberhasilan eksekusi proyek ini menjadi bukti kesiapan daerah dalam mengelola proyek infrastruktur berskala nasional.
"Alhamdulillah, pada IJD tahun 2025, Provinsi Banten menerima sembilan ruas jalan dengan anggaran Rp 110 miliar. Seluruh pengerjaannya sudah selesai dan dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat," kata Andra Soni di Kota Serang, Selasa (23/6/2026).Melihat dampak signifikan dari program tersebut terhadap konektivitas dan geliat ekonomi warga, Pemprov Banten tidak tinggal diam. Sebagai langkah antisipatif, sebanyak 50 ruas jalan desa telah diusulkan untuk masuk dalam daftar prioritas penerima bantuan IJD tahun berikutnya. Pengusulan ini difokuskan pada ruas-ruas jalan yang selama ini menjadi penghubung vital antara kawasan permukiman padat penduduk, area persawahan produktif, serta sentra-sentra industri kecil dan menengah. Andra menekankan bahwa pembangunan jalan desa bukan hanya sekadar proyek betonisasi. Peningkatan kualitas jalan secara langsung berkontribusi pada pemangkasan biaya logistik dan percepatan waktu tempuh distribusi hasil bumi. Dengan akses yang semakin mulus, diharapkan disparitas ekonomi antara kawasan perkotaan dan pedesaan di Provinsi Banten dapat terus dipersempit, sehingga roda perekonomian di daerah pelosok ikut berputar seiring dengan berkembangnya pusat-pusat kota. Proses evaluasi terhadap usulan 50 ruas jalan ini kini tengah berlangsung di tingkat pusat. Pemerintah Provinsi Banten optimistis mendapatkan alokasi yang memadai mengingat urgensi pengentasan daerah terisolir di wilayahnya. Tim Terdepan.id akan terus memantau dan menyajikan informasi terkini mengenai perkembangan realisasi proyek infrastruktur ini.
Comments (0)