Pemerintah Putuskan Tahan Tarif Listrik Nonsubsidi, Bakom: Demi Lindungi Daya Beli

Pemerintah melalui Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengonfirmasi bahwa tarif listrik untuk 13 golongan pelanggan nonsubsidi pada kuartal ketiga 2026, tepatnya periode Juli h

Jul 08, 2026 - 08:29
0 0
Pemerintah Putuskan Tahan Tarif Listrik Nonsubsidi, Bakom: Demi Lindungi Daya Beli
Pemerintah melalui Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengonfirmasi bahwa tarif listrik untuk 13 golongan pelanggan nonsubsidi pada kuartal ketiga 2026, tepatnya periode Juli hingga September, tidak mengalami kenaikan. Keputusan ini diambil di tengah tekanan ekonomi yang seharusnya mendorong penyesuaian harga, namun pemerintah memilih jalur keberpihakan kepada masyarakat. Qodari menjelaskan bahwa secara mekanisme penyesuaian tarif atau tariff adjustment, angka sesungguhnya mengarah pada potensi kenaikan. Sejumlah indikator ekonomi makro seperti inflasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, harga minyak dunia, dan khususnya biaya pokok produksi listrik yang merangkak naik menjadi pemicu utama. Namun, pemerintah menilai kondisi masyarakat dan pelaku usaha belum sepenuhnya pulih dari dampak dinamika global.
“Pemerintah memutuskan untuk menahan tarif listrik ini karena kami ingin menjaga daya beli masyarakat. Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan berpihak pada rakyat, terutama di saat ekonomi global masih bergolak,” tegas Qodari dalam keterangan resmi yang diterima Terdepan.id.
Penahanan tarif ini secara langsung menyasar 13 golongan pelanggan nonsubsidi yang mencakup rumah tangga mampu, pelaku bisnis skala kecil hingga menengah, serta sektor industri tertentu yang menjadi tulang punggung perekonomian. Dengan tidak adanya kenaikan, pemerintah berharap biaya operasional dunia usaha tetap terkendali sehingga dapat mempertahankan stabilitas harga barang dan jasa di tingkat konsumen. Selain itu, kepastian tarif ini dinilai krusial untuk memberikan ruang bagi dunia usaha merencanakan anggaran di tengah ketidakpastian rantai pasok dan permintaan global. Di sisi lain, Qodari mengakui bahwa penahanan ini bukan tanpa konsekuensi. Beban produksi listrik yang membengkak harus diserap melalui mekanisme lain, termasuk optimalisasi efisiensi di tubuh PLN dan kemungkinan penambahan subsidi atau kompensasi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari strategi besar pemerintah untuk memprioritaskan pemulihan ekonomi domestik yang inklusif. Keputusan ini disambut positif oleh kalangan pengusaha dan asosiasi industri yang sejak awal mendesak kepastian regulasi. Pemerintah akan terus memantau pergerakan indikator ekonomi dan berkomitmen untuk melakukan evaluasi berkala agar keseimbangan antara keberlanjutan fiskal dan perlindungan sosial tetap terjaga. Demikian laporan Terdepan.id.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lidia-susanto

Editor Ekonomi Digital. Editor transformasi digital dan ekonomi digital.

Comments (0)

User