Pekerja Tewas Terjepit Lift Roxy Mas, Polisi Selidiki Kelalaian

JAKARTA — Tragedi kecelakaan kerja kembali terjadi di pusat perbelanjaan elektronik Roxy Mas, Gambir, Jakarta Pusat. Seorang pekerja tewas mengenaskan sete

Jul 12, 2026 - 04:34
0 1
Pekerja Tewas Terjepit Lift Roxy Mas, Polisi Selidiki Kelalaian

JAKARTA — Tragedi kecelakaan kerja kembali terjadi di pusat perbelanjaan elektronik Roxy Mas, Gambir, Jakarta Pusat. Seorang pekerja tewas mengenaskan setelah terjepit lift barang yang tiba-tiba mengalami kegagalan fungsi dan meluncur cepat dari lantai 3 ke lantai 2 saat korban sedang menurunkan muatan. Insiden yang terjadi pada jam operasional padat ini langsung memicu respons cepat dari pihak kepolisian untuk menyelidiki dugaan kelalaian dalam standar keselamatan kerja.

Kronologi Detik-Detik Terjepitnya Korban

Berdasarkan keterangan saksi mata dan laporan awal kepolisian, korban yang diketahui merupakan pekerja harian di area pertokoan tersebut tengah melakukan aktivitas bongkar muat barang elektronik. Berikut kronologi kejadian berdasarkan temuan di lokasi:

  1. Proses Bongkar Muat Normal: Korban berada di lantai 3 bersama timnya untuk menurunkan stok barang menggunakan lift barang khusus.
  2. Lift Mulai Bergerak: Saat korban sedang menjangkau barang yang tersangkut di celah pintu lift, sistem lift secara tiba-tiba aktif tanpa peringatan.
  3. Penurunan Cepat Tak Terkendali: Lift dilaporkan turun drastis dari lantai 3 ke lantai 2, menyebabkan tubuh korban terjepit di antara lantai dasar lift dan bibir lantai bangunan.
  4. Evakuasi dan Penanganan: Rekan kerja berteriak histeris dan segera menghubungi petugas keamanan. Tim pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan evakuasi, namun nyawa korban sudah tidak tertolong akibat luka remuk parah di bagian dada dan kepala.
“Kami mendengar suara benturan keras, lalu ada teriakan. Lift barangnya memang sudah tua dan sering tersendat. Ini sudah kami khawatirkan sejak lama,” ujar seorang saksi yang enggan disebutkan namanya.

Penyelidikan Polisi: Fokus pada Audit Mesin dan SOP

Polres Metro Jakarta Pusat langsung memasang garis polisi di area lift dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kasat Reskrim menegaskan bahwa penyelidikan akan mengarah pada dua aspek krusial: kelayakan teknis mesin lift dan kepatuhan prosedur operasional standar (SOP) keselamatan. Penyidik telah menyita rekaman CCTV area bongkar muat dan meminta keterangan dari manajemen pengelola gedung serta teknisi yang bertanggung jawab atas perawatan lift barang tersebut. Dugaan awal mengarah pada kelalaian pemeliharaan karena rem darurat lift tidak berfungsi secara optimal saat insiden terjadi.

Di sisi lain, berita duka ini berbarengan dengan sorotan tajam publik terhadap sistem keselamatan di institusi pendidikan, menyusul penyelidikan kematian peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). Kementerian Kesehatan mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara program studi tersebut untuk memastikan tidak ada pelanggaran serius dalam lingkungan pendidikan.

Investigasi Kematian Peserta PPDS Unsrat

Kasus yang menimpa peserta PPDS bernama Adrian Rantung ini tengah diselidiki secara intensif oleh aparat kepolisian. Penghentian sementara program anestesi oleh Kemenkes menjadi sinyal bahwa dugaan pelanggaran di dalam proses pendidikan spesialis ini tidak bisa dianggap remeh. Langkah penghentian ini diambil untuk memberikan ruang bagi audit investigatif dan memastikan bahwa hak-hak serta keselamatan peserta didik terlindungi. Polda Sulawesi Utara masih mendalami apakah ada unsur kekerasan, perundungan, atau kelalaian sistemik yang menyebabkan tekanan fatal pada korban selama menjalani pendidikan klinisnya.

“Kemenkes akan melakukan evaluasi menyeluruh di seluruh program studi anestesi untuk memastikan lingkungan belajar yang manusiawi,” tegas juru bicara Kementerian Kesehatan.

Urgensi Standar Keselamatan Nasional

Dua tragedi di sektor industri dan pendidikan ini mengerucut pada satu benang merah: lemahnya pengawasan dan implementasi standar keselamatan. Di Roxy Mas, buruknya perawatan infrastruktur gedung tua menjadi bom waktu bagi pekerja harian. Sementara di lingkungan akademik, tekanan mental dan fisik tanpa mekanisme pengamanan psikologis yang kuat menjadi ancaman nyata. Pemerintah diminta tidak hanya bertindak reaktif, tetapi membangun sistem audit dan pengawasan berkala untuk mencegah jatuhnya korban jiwa berikutnya. Data dari Jamsostek mencatat, kecelakaan kerja terkait lift dan eskalator di Jakarta meningkat 12 persen dalam dua tahun terakhir, sebuah statistik yang tidak bisa diabaikan.

Publik kini menunggu transparansi hasil penyelidikan kedua kasus ini. Transparansi tersebut akan menjadi tolok ukur apakah keselamatan jiwa benar-benar menjadi prioritas atau hanya jargon birokrasi semata.

[SOCIAL_TWEET]: Tragedi ganda: Pekerja tewas terjepit lift di Roxy Mas & Kemenkes setop PPDS Anestesi Unsrat usai kematian peserta didik. Dua nyawa melayang, sorotan tajam pada standar keselamatan kita. Seberapa amankah lingkungan kerja dan pendidikan kita? #KeselamatanKerja #RoxyMas #PPDSUnsrat[SOCIAL_TG]: 🚨 Tragedi Ganda 🚨 Pekerja Roxy Mas tewas terjepit lift, Kemenkes setop program anestesi Unsrat. Penyelidikan penuh berjalan. Ini bukan kebetulan, ini soal nyawa yang terabaikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User