Tangerang Selatan — Gudang Baterai dan Alat Tulis Terbakar, Pemadam Berjibaku 3 Jam

Langit di atas kawasan pergudangan Tangerang Selatan sore itu berubah kelam bukan karena mendung, melainkan gumpalan asap hitam pekat yang membubung tinggi

Jul 12, 2026 - 04:33
0 0
Tangerang Selatan — Gudang Baterai dan Alat Tulis Terbakar, Pemadam Berjibaku 3 Jam

Langit di atas kawasan pergudangan Tangerang Selatan sore itu berubah kelam bukan karena mendung, melainkan gumpalan asap hitam pekat yang membubung tinggi. Kepanikan pecah saat warga dan pekerja di sekitar gudang penyimpanan baterai elektronik dan alat tulis berlarian menyelamatkan diri, sementara suara letupan kecil terdengar bersahutan dari dalam bangunan. Kebakaran hebat melalap gudang seluas 800 meter persegi itu dengan cepat, memaksa petugas pemadam kebakaran bertarung melawan si jago merah selama tiga jam penuh sebelum api benar-benar padam.

Kejadian bermula sekitar pukul 15.30 WIB ketika seorang pekerja melihat kepulan asap tipis dari area penyimpanan baterai. Dalam hitungan menit, api sudah berkobar besar—lebih cepat dari perkiraan siapa pun. Baterai lithium-ion yang tersimpan dalam jumlah besar menjadi bahan bakar sempurna yang membuat api tumbuh ganas, memakan rak-rak alat tulis, kardus, dan material plastik yang mudah terbakar. Gudang yang biasanya sunyi berubah menjadi tungku raksasa yang menyemburkan api dan asap beracun.

Kronologi dan Detik-Detik Penanganan

Laporan pertama masuk ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan pada pukul 15.45 WIB. Tak butuh waktu lama, tiga unit mobil pemadam dari Pos Serpong dan Pondok Aren langsung meluncur ke lokasi. Namun, setibanya di sana, komandan regu langsung menyadari bahwa ini bukan kebakaran biasa. Api sudah membumbung tinggi melahap atap gudang, dan suhu ekstrem membuat petugas sulit mendekat.

“Begitu kami tiba, api sudah membesar. Kami lihat titik api utama berasal dari tumpukan baterai bekas dan alat tulis yang terbakar. Karena sifat material yang reaktif, kami tidak bisa hanya mengandalkan air. Harus pakai foam pemadam khusus untuk memutus reaksi kimia di dalam baterai,” ujar Komandan Regu Damkar Tangsel, Ahmad Fauzi, di sela-sela proses pendinginan.

Sebanyak 25 personel dikerahkan. Mereka membentuk tiga sektor pemadaman: dua sektor dari sisi depan dan samping, serta satu sektor memotong jalur rambatan api ke bangunan tetangga. Meski demikian, setiap kali api di satu titik mulai mengecil, letupan baterai yang meleleh menyemburkan kembali lidah api baru. Petugas harus sabar menyemprotkan foam berulang-ulang. Setelah lebih dari dua jam, api mulai jinak, dan proses overhaul—pembasahan dan pembongkaran sisa material—berlangsung hingga pukul 18.50 WIB.

Tantangan Material Baterai dan Reaksi Kimia Berbahaya

Yang membuat kebakaran ini begitu sulit dikendalikan adalah karakter baterai lithium-ion. Berbeda dari kebakaran kayu atau kertas biasa, baterai jenis ini mengandung elektrolit mudah terbakar yang jika terpapar panas berlebih akan mengalami thermal runaway—reaksi berantai di mana panas menghasilkan lebih banyak panas, memicu kebakaran yang sulit dipadamkan dengan air. Air justru bisa memperparah karena bereaksi dengan litium melepaskan gas hidrogen yang mudah meledak.

Material alat tulis seperti plastik, kertas, dan cairan kimia dari spidol dan tinta printer juga memperkaya bahan bakar di dalam gudang. Kepulan asap hitam pekat yang membumbung menandakan pembakaran hidrokarbon dari plastik yang terbakar, menghasilkan gas beracun seperti karbon monoksida dan hidrogen sianida. Inilah alasan mengapa petugas pemadam tidak hanya berjibaku melawan api, tetapi juga bahaya keracunan gas berbahaya.

“Kami sebenarnya sudah mengantisipasi gudang seperti ini rawan. Tapi jumlah baterai bekas yang disimpan di sini melebihi batas wajar. Ini jadi pelajaran buat semua pemilik gudang agar memperhatikan standar penyimpanan bahan berbahaya,” tambah Fauzi.

Dampak, Kerugian, dan Korban

Gudang yang berlokasi di kawasan industri dekat pemukiman itu hangus total. Seluruh isi—ribuan unit baterai berbagai ukuran, alat tulis kantor, dan peralatan elektronik—ludes tak bersisa. Berdasarkan taksiran awal, kerugian material ditaksir mencapai Rp2,8 miliar, belum termasuk kerusakan struktur bangunan. Satu orang pekerja mengalami luka ringan di bagian lengan akibat terkena percikan api dan langsung dilarikan ke puskesmas terdekat. Syukurlah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Gumpalan asap tebal sempat mengganggu jarak pandang di jalan arteri sekitar lokasi, menyebabkan kemacetan hingga satu kilometer. Warga di pemukiman belakang gudang dievakuasi sementara oleh tim gabungan Polsek dan Satpol PP sebagai langkah antisipasi paparan asap beracun. Seorang warga, Siti Maryam, mengisahkan detik-detik menegangkan itu.

“Saya lagi masak, tiba-tiba ada teriakan kebakaran. Pas saya liat, asapnya udah kayak awan hitam. Suara ledakan-ledakan kecil bikin panik. Alhamdulillah, petugas cepet datang dan bantu kami menjauh,” ucapnya masih dengan nada gemetar.

Penyelidikan dan Pelajaran Penting

Pasca-pemadaman, kepolisian sektor setempat bersama tim forensik langsung memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Dugaan sementara, penyebab kebakaran adalah korsleting listrik pada area pengisian daya baterai yang memantik api pertama. Meski demikian, polisi belum mengesampingkan kemungkinan lain, termasuk kelalaian prosedur penyimpanan material mudah terbakar. Pemilik gudang telah dimintai keterangan oleh penyidik.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan kerja yang melibatkan material baterai lithium-ion di Indonesia. Para pakar keselamatan kebakaran mengingatkan bahwa gudang penyimpanan baterai wajib memiliki sistem deteksi asap dini, sprinkler otomatis khusus lithium, dan pemisahan dengan material mudah terbakar lainnya. Tanpa penanganan yang tepat, satu percikan kecil bisa menjadi bencana besar seperti yang terjadi sore itu.

FAQ Seputar Peristiwa Ini:

[SOCIAL_FB]: KEBAKARAN GUDANG BATERAI DI TANGERANG SELATAN — Sore kemarin, 25 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api yang melalap gudang baterai elektronik dan alat tulis. Material lithium-ion membuat api sulit dipadamkan, butuh waktu tiga jam dan foam khusus. Satu pekerja alami luka ringan, kerugian ditaksir hingga Rp2,8 miliar. Simak kronologi lengkap dan fakta-fakta pentingnya, serta penjelasan mengapa baterai lithium sangat berbahaya saat terbakar. Baca selengkapnya di Terdepan.id. [SOCIAL_THREADS]: Sedikit flashback dari sore yang mencekam di Tangsel. Gudang penuh baterai lithium dan alat tulis terbakar hebat. Asap hitam, letupan kecil, dan bau kimia menyebar. Damkar butuh tiga jam untuk jinakkan api karena thermal runaway baterai. Satu pekerja luka ringan, bangunan hangus total. Kita semua perlu sadar: penyimpanan barang elektronik bekas itu nggak bisa sembarangan. Mereka bukan sampah biasa, mereka bom waktu. Stay safe, everyone. 🖤🔥

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User